Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Koperasi untuk Tingkatan Ekonomi Masyarakat dan Tangani Stunting

Fahmi Fahriza • Rabu, 9 Agustus 2023 | 20:35 WIB

KOMITMEN BERSAMA: Gebyar Koperasi Istimewa yang diselenggarakan oleh Dinkop UKM DIJ bekerjasama dengan BKKBN DIJ di Ballroom Royal Ambarrukmo, Selasa (8/8/23).
KOMITMEN BERSAMA: Gebyar Koperasi Istimewa yang diselenggarakan oleh Dinkop UKM DIJ bekerjasama dengan BKKBN DIJ di Ballroom Royal Ambarrukmo, Selasa (8/8/23).
 

RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengungkapkan, koperasi harus benar-benar mau berubah dari tata kelola yang sebelumnya konvensional menjadi berorientasi modern tanpa kehilangan jati dirinya untuk tetap menjaga stabilitas.Jiwa berkoperasi perlu dibangkitkan atau dinyalakan kembali dalam konteks kekinian. “Kata kuncinya adalah kemauan untuk berubah," jelasnya dalam Gebyar Koperasi Istimewa di Ballroom Royal Ambarrukmo, Selasa (8/8/23).


HB X menyebut, perlu adanya tata kelola koperasi melalui transformasi guna menjadi koperasi yang tangguh dan benar-benar milik bersama serta mampu menjawab ragam persoalan yang ada di masa depan.


Kegiatan ini diselenggarakan Dinkop UKM DIJ bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Agenda tersebut juga menandai Hari Jadi ke-76 Koperasi Indonesia. Dalam kesempatan ini digelar talkshow Gebyar Koperasi Istimewa dengan tema pemekaran usaha koperasi startegi untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan penanganan stunting.


HB X secara simbolis juga mengukuhkan Andi Rita Mariani sebagai kepala BKKBN DIJ, serta menandatangani perjanjian kerja sama Pemda DIJ dengan BKKBN yang dihadiri Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.


Pemda DIJ saat ini masih memerangi permasalahan stunting dan koperasi diharapkan mampu menjadi agregator dalam memberikan pemenuhan bahan pokok yang diprioritaskan untuk menekan angka stunting, seperti distribusi telur, bahan pokok, pemasaran usaha, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.


Sekda DIJ Beny Suharsono menyampaikan, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan proses pembinaan koperasi dan peningkatan kualitas koperasi yang akan berdampak pada beragam sektor mulai dari ekonomi hingga kesehatan.


Pemda DIJ juga sedang fokus pada penurunan stunting yang mana target penurunan stunting di DIJ pada tahun 2023 adalah 15,1 persen. Maka, koperasi dituntut untuk dapat memperluas usahanya. "Kompleksitas persoalan ekonomi daerah sudah seharusnya juga dapat dibantu melalui keterlibatan usaha koperasi dalam mendorong perekonomian rakyat semakin lebih dinamis," sebut Benny.

Pemda DIJ melalui Dinkop UKM DIJ juga berusaha menurunkan angka stunting dengan melibatkan para pelaku UMKM yang memiliki usaha telur agar bisa dikonsumsi para keluarga untuk meminimalisasi resiko stunting agar tidak terjadi. 

"Peran koperasi sebagai penyangga ekonomi rakyat diharapkan dapat memberi sumbangsih kepada masyarakat secara nyata," terang Beny.(iza/din)

Editor : Satria Pradika
#Hamengku Buwono (HB) X #gubernur dij #Stunting #Royal Ambarrukmo #BKKBN