RADAR JOGJA - Pembangunan proyek strategis nasional jalan tol Jogja-Bawen terus dikebut. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan struktur bangunan ditargetkan rampung pada 2023.
"(Tol) Jogja-Bawen, strukturnya mungkin tahun ini selesai, tinggal jalannya. Struktur yang paling lama, jembatan, terowongan," ujarnya di Fakultas Teknik UGM Jogja, Kamis (3/8/2023).
Pembangunan struktur pada suatu bangunan memang cukup lama. Harus dibuat secara cermat, kuat, dan terstruktur. Sebab, berpengaruh pada kondisi kekokohan bangunan akhir yang berdampak pada keamanan dan keselamatan.
Sementara itu, ihwal izin pemanfaatan tanah milik Keraton Jogja untuk jalan tol sudah disetujui oleh Hamengku Buwono X. Izin yang disebut palilah itu sudah diproses oleh instansi terkait.
"Udah, menurut (PT) Adhi Karya, udah diproses, udah ada persetujuan dari Ngarsa Dalem (Hamengku Buwono X, red)," ujarnya.
Sebelumnya, PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) mencatat progres konstruksi Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction (JC) Sleman-Banyurejo mencapai 31,31 persen. Progres pembebasan lahan sebesar 65,64 persen hingga akhir Juni 2023.
Direktur Utama PT JJB, A.J. Dwi Winarsa mengatakan Serat Palilah Keraton Jogja tentang Pemberian Izin Sementara Pemanfaatan Tanah Kasultanan Kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah terbit.
"Pekerjaan kontruksi di Tanah Kasultanan sudah bisa dikerjakan untuk Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen,” jelasnya.
Dwi merinci, dari total tujuh Kalurahan Tanah Kasultanan, telah terbit Serat Palilah untuk tig Kalurahan. Yakni, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Tempel, seluas 2,296 meter persegi. Kalurahan Margomulyo, Kapanewon, Seyegan seluas 297 meter persegi pada 15 Juni 2023.
Kemudian Kalurahan Tambakrejo Kapanewon Tempel seluas 33.176 meter persegi pada 19 Juni 2023. Sultan Ground yang berfungsi sebagai makam terletak di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, seluas 2.555 meter persegi pada 26 Mei 2023. (lan)
Editor : Amin Surachmad