RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menegaskan agar warga tidak membakar sampah. Terutama sampah berjenis plastik.
Kondisi di DIY diketahui masih darurat sampah. Pantauan Radar Jogja, beberapa ruas jalan di Sleman banyak sampah dibuang sembarangan. Buntut ditutupnya TPA Piyungan di Bantul selama 1,5 bulan oleh Pemda DIY.
Kepala DLH Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani melarang pembakaran sampah plastik. Apalagi, jenis plastik di Indonesia berbeda dari negara lain.
"Jelas tidak boleh. Hati-hati soalnya plastik yang ada di Indonesia itu rata-rata plastik yang tidak ramah lingkungan karena dibuat dari polivinil klorida," ujarnya, Kamis (3/8/2023).
"Kalau dibakar itu akan menghasilkan gas dioksida itu kalau dihirup sampai kadar tertentu akan menyebabkan, (bisa jadi) sel kanker," lanjutnya.
Maka Epi mengoimbau warga Sleman agar bijaksana dalam mengelola sampah. Sampah plastik dapat dicuci bersih kemudian bisa dijual. Sehingga ada nilai ekonominya.
"Plastik yang kotor dibersihkan kemudian dijual, laku kok ditukang loak. Apalagi kondisi bersih itu laku," ujarnya.
Pilihan lain ialah dengan disetorkan ke Bank sampah yang ada di wilayah masing-masing. Setidaknya ada 301 bank sampah di Sleman dan bisa dioptimalkan untuk mengurangi sampah.
"Daripada dibakar bahaya mending serahkan bank sampah. Bisa ditabung, kan, dalam bentuk uang," ujarnya.
Seorang warga Condong Catur, Titik, 41, mengatakan tidak mengetahui sampah plastik dibakar bisa menyebabkan kanker. Sejauh ini dia hanya tahu bikin gangguan pernafasan saja.
"Oo, saya gak tahu kalau bikin kanker. Karena beberapa hari gak diangkut jadi dibakar aja lebih praktis. Biasanya gak bakar kok," ujarnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad