RADAR JOGJA - Pernyataan viral Rocky Gerung yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi pembicara di depan publik berbuntut panjang. Di Jogjakarta acara Ngopi Bareng Ngobrol Perubahan Indonesia yang mengundang Rocky Gerung sebagai pembicara itu pun menuai kontra dari warga pendukung Jokowi. Mereka mendesak acara digelar tanpa Rocky Gerung.
Anggota DPR RI Dapil Jogjakarta My Esti Wijayati pun turun tangan. Sebagai kader, sesama PDI Perjuangan dia tak terima dengan pernyataan Rocky Gerung yang dinilai tak beradab dan berbudaya.
Sebagaimana dalam video viral berdurasi 54 detik. Awalnya, Rocky membahas Ibu Kota Nusantara tapi mendadak menghina Jokowi. Rocky menyebut Jokowi hanya memikirkan nasibnya tetapi mengabaikan nasib rakyat Indonesia. Lantas dia mengumpat 'bajingan tolol'. Pernyataan Rocky pun dinilai sebagai ujaran kebencian.
"Selama ini yang dianggap seorang akademisi hebat, intelektual tinggi. Justru tidak punya adab dan budaya. Sekali lagi ini Jogjakarta bung, tidak tepat mengundang beliau (Rocky Gerung, Red)," ungkap Esti saat mendatangi lokasi acara Rabu malam (2/8/2023) di Bento Kopi Godean, Sleman.
Acara yang digelar oleh organizer KIB Kuning Ijo Biru bertuliskan Anies dan organizer Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) itu pun diminta digelar tanpa Rocky Gerung sebagai pengamat politik dan filsafat.
Seruan penolakan Rocky Gerung pun berdatangan. Sejumlah massa yang mengaku sebagai pejuang nusantara Indonesia bersatu itu pun menggeruduk lokasi acara. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Yogyakarta sebagai Kota Pelajar Bermartabat menolak Rocky Gerung. Dalam spanduk itu dituliskan juga Polri TNI Tangkap dan Penjarakan Rocky Gerung. Penghina simbol negara, biang provokator bangsa, penghancur marwah negara.
"Kedatangan saya kesini bukan untuk membubarkan acara. Saya mendengarkan suara kawan-kawan dan saya juga harus menyuarakan. Karena saya pun kecewa kalau boleh dikata melihat dan mendengarkan video-video dikatakan beliau sangat tidak beradab dan berbudaya. Sangat bukan orang Indonesia," ujarnya.
Dia juga menyentil Rocky terkait budaya orang timur dan agama perihal adab berbicara. Jangan sampai meluapkan kata-kata yang tidak beradab. Sebagai mantan pendidik Dosen Filsafat Universitas Indonesia itu, Rocky dianggap tidak mampu memberikan contoh yang baik.
"Jangan sampai kita memberikan pelajaran kepada anak-anak dengan kata-kata tidak beradab dan berbudaya," bebernya.
Sekedar diketahui, dalam acara itu juga menghadirkan narasumber lainnya, seperti Presiden Mahasiswa BEM KM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Muhammad (UMY) Adam, Andi Sinulingga sebagai inisiator kolaborasi Jakarta. Kemudian Pengamat Politik dan Politikus Habib Marati dan Saut Situmorang merupakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019. Berikutnya, Marion Jova sebagai moderator dan Arnabun sebagai host. Acara digelar pukul 19.30-21.30. (mel)
Editor : Amin Surachmad