RADAR JOGJA - Musim kemarau rentan terhadap potensi kebakaran. Berdasarkan catatan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sleman, mulai awal Mei hingga 23 Juli 2023 angkanya mencapai 44 kejadian.
"Kebanyakan kebakaran disebabkan kelalian manusia (human error)," ungkap Kasi Operasional dan Investigasi (Ops) Bidang Damkar Satpol PP Sleman Nawa Murtiyanto, Senin (31/7/2023).
Contoh kebakaran di dalam rumah, misalnya, lupa mematikan kompor saat ditinggal berpergian. Lalu, kejadian di luar rumah umumnya kebakaran lahan.
Kebiasaan membakar sampah kemudian ditinggal pergi, tanpa menunggu dahulu api mati, menjadi human error yang kerap ditemui. Dampak buruk yang ditimbulkan, api bisa merembet meluas ke pemukiman warga.
"Nah, ini perlu kita tekankan kepada masyarakat agar berhati-hati membakar sampah. Jangan sampai menimbulkan dampak yang tidak diinginkan," lanjut dia.
Apalagi saat ini DIY, khususnya di Sleman, sedang banyak terjadi penumpukan sampah. Darurat sampah. Sebab, TPST Piyungan ditutup dan dalam tahap perbaikan.
Maka tak heran jika banyak warga yang berupaya membakar sampahnya sendiri. Bahkan pembakaran dilakukan tak kenal waktu. Atau di siang hari. Yang mana titik terik tinggi dan mudah saja api melahap di sekelilingnya.
"Musim kering puncaknya diprediksi Agustus-September. Suhu akan lebih tinggi dan kelembaban lebih rendah. Sehingga mudah untuk mencapai titik bakar," terang Nawa.
Untuk menghindari kebakaran, pada saat membakar sampah dijaga agar benar-benar tuntas. Patikan pembakaran sudah tidak tampak lagi asap putih. Serta pastikan tidak ada api di dalamnya. Karena sepercik api yang tersisa, dapat menjadi potensi
kebakaran.
Dilain sisi, kejadian kebakaran dapat disebabkan oleh faktor alam. Teriknya matahari mudah mencapai titik bakar.
Selain itu, perlu diwaspadai membakar sampah organik diperbolehkan karena bisa digunakan untuk pupuk. Namun, sampah anorganik sebaiknya di pilah saja.
"Sebab, jika dibakar sampah anorganik, plaastik misalnya. Akan memberikan dampak kesehatan," imbuhnya. (mel)
Editor : Amin Surachmad