SLEMAN - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 035 tahun 2023. Isinya adalah himbauan kepada masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah secara mandiri. SE dikeluarkan imbas penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan hingga 45 hari mendatang.
SE itu dinilai sangat penting agar masyarakat menyadari untuk mengurangi volume sampah harian di Sleman. Diharapkan, masyarakat mengurangi dan melakukan pengolahan sampah secara mandiri.
"Lewat SE ini kami imbau masyarakat untuk mengurangi sampah. Selain itu kita himbau juga untuk melakukan pemilihan dan pengolahan sampah secara mandiri," ungkapnya (26/7).
Dalam SE tertuang penghasil sampah dan masyarakat diminta untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kustini menyampaikan, sampah organik dikelola dengan cara ditimbun di jugangan. Sehingga, bisa digunakan untuk pakan ternak, dibuat kompos dan dibuat ecoenzym.
Sedangkan, untuk sampah anorganik, dapat dibawa ke lembaga pengolahan sampah seperti TPS3R, Bank Sampah dan pelapak sampah. "SE ini memberikan penekanan kepada kita semua bahwa kita harus peduli dengan sampah dan ini harus menjadi gerakan kita bersama. Baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung," ucap Kustini. Volume sampah di Sleman mencapai 245 ton per hari.
Oleh karena itu, penutupan TPA Piyungan, sangat berdampak terhadap pengelolaan sampah di Sleman. Kustini telah berupaya mencarikan tempat penitipan sementara agar tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan masyarakat.
"Kami sedang kerjakan (lokasi penitipan sementara). Harapannya bisa segera tuntas dan sampah tidak tertimbun mana-mana," katanya.
Selain itu, dia mengaku sedang bekerja keras mempercepat pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Tamanmartani, Kalasan yang ditargetkan sudah dapat mulai beroperasi di tahun ini. Langkah ini sebagai upaya jangka panjang agar pembuangan sampah dari Sleman tidak bergantung lagi di TPA Piyungan.
"(TPST) yang di Tamanmartani sedang kita kerjakan. Ini solusi jangka panjang kita agar tidak bergantung lagi di (TPA) Piyungan. Semoga masa-masa ini (penutupan TPA) tidak menimbulkan masalah yang lain," ujarnya. (cr3)
Editor : Amin Surachmad