Mut
RADAR JOGJA - Jenazah R, korban pembunuhan mutilasi di Sleman belum diserahkan kepada pihak keluarga di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Hingga kini jenazahnya masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) DIY.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Nugroho Ariyanto, Senin 24 Juli 2023. Jenazah belum dipulangkan lantaran penyidikan belum selesai. Selain itu masih menunggu hasil Deoxyribo Nucleic Achid (DNA).
"Sampai saat ini penyidik melakukan pemberkasan perkara," ungkap Nugroho. Nantinya olah tempat kejadian perkara (TKP) masih dilakukan. Kedati begitu, tak disebutkan detail waktu olah TKP-nya.
Pembunuhan keji yang menimpa korban R ini diduga dilakukan rekannya yang dikenal melalui media sosial. Yakni, Waliyin, 29,warga Magelang, Jawa Tengah dan RD, 39, warga DKI Jakarta.
R diduga Redho Tri Agustian, yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan menghilang sejak 11 Juli 2023. Sehari setelahnya, geger penemuan potongan tubuh manusia di Dusun Kelor, Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman. Setelah ditelusuri pihak kepolisian, dugaan potongan tubuh manusia itu mengarah ke R. Disusul kuatnya barang bukti dan pengakuan pelaku.
Direskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endardi mengatakan, pelaku mutilasi tersebut membuang potongan tubuh korban di lima titik. Potongan tubuh pertama kalinya ditemukan oleh pemancing di area Jembatan Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman. dilokasi itu ditemukan berupa tangan kiri, dua telapak kaki dan potongan daging.
Sedangkan bagian kepala dikubur di area Kali Krasak, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Lalu tulang dan organ dalam ditemukan di Kali Nyo, Bangunkerto, Turi, Sleman.
Berikutnya ditemukan lagi daging dan organ dalam di Kali Nyamplung, Margorejo, Tempel, Sleman. Serta ditemukan pula pakaian dan sandal korban.
Tak hanya itu, barang-barang lain juga ditemukan di Jalan Magelang, Ngebong. Endardi mengaku, sudah mengecek barang-barang tersebut.
"HP sudah kami teliti dan dipastikan milik korban," ujar Endardi. Kendati begitu, dugaan sementara potongan tubuh belum utuh. Polisi telah berupaya membandingkan sidik jari korban dengan laporan orang hilang mahasiswa UMY tersebut. Hal ini dilakukan untuk menggali identitas korban pembunuhan sadis itu. (mel)
Editor : Amin Surachmad