Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sleman Siapkan Lahan Sementara di Cangkringan

Khairul Ma'arif • Senin, 24 Juli 2023 | 14:20 WIB
Masyarakat Sleman yang paling terdampak dengan penutupan TPST Piyungan selama 1,5 bulan ke depan
Masyarakat Sleman yang paling terdampak dengan penutupan TPST Piyungan selama 1,5 bulan ke depan

RADAR JOGJA - Masyarakat Sleman yang paling terdampak dengan penutupan TPST Piyungan selama 1,5 bulan ke depan. Maklum, Sleman selama ini adalah penyuplai sampah terbesar ke TPST itu. Dari 700 ton sampah rata per hari yang dibuang ke TPST, Sleman menyumbang sekitar 300 ton sendiri atau hampir setengahnya. Selebihnya dari Kota Jogja dan Kabupaten Bantul.


Menyikapi penutupan TPST Piyungan ini, Pemkab Sleman menyiapkan beberapa kebijakan. Demi menanggulangi sampah masyarakat Sleman yang berserakan, akan disediakan tempat pembuangan sampah sementara hingga TPST Piyungan dibuka kembali. Lokasinya di Kecamatan Cangkringan.


"Jadi Sleman sudah mencari tempat pembuangan sementara di daerah Cangkringan," kata Sekretaris Daerah Sleman Harda Kiswaya saat dihubungi Radar Jogja Minggu (23/7/23). Dikatakan, lokasi itu rencananya juga akan dijadikan penampungan oleh Kota Jogja.


Namun, lokasi di Cangkringan itu sifatnya hanya sementara alias tidak permanen. Jika di kemudian hari TPST Piyungan kembali dibuka, maka sampah dari Sleman akan dibuang kembali ke sana. Hal itu karena untuk TPST Sleman yang permanen masih dalam proses pengerjaan di Kecamatan Kalasan.


Sedangkan tempat sementara di Cangkringan untuk menanggulangi penutupan TPST Piyungan secara mendadak. "Untuk 1,5 bulan cukup lah di Cangkringan," ucap Harda.
Dia mengaku sedang mempersiapkan surat edaran (SE) menanggapi penutupan TPST Piyungan. SE nantinya berisi imbauan untuk warga dan pengelola sampah yang membantu pemerintah.
Menanggapi perihal menjadi wilayah paling banyak membuang sampah ke TPST Piyungan dalam beberapa bulan belakangan, Harda berdalih karena masyarakat Sleman terbanyak di DIJ, sehingga wajar saja. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat menangani sampah dengan baik dan memilahnya.


Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman Taupiq Wahyudi membenarkan pembangunan TPST Sleman di Kalasan belum rampung. Hal itu mengakibatkan belum bisa digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. "Baru pelaksanaan, untuk sementara belum bisa dipakai dulu. Masih digarap," ungkapnya.

Wukirsari Tak Mampu Tampung dari Piyungan

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari, Baleharjo, Wonosari hanya disiapkan untuk menampung sampah dari wilayah Gunungkidul. Kapasitas TPA tidak direkomendasikan untuk menerima kiriman dari daerah lain, termasuk membantu persoalan sampah yang kini tengah membelit kabupaten tetangga, Bantul.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul menyebut, sudah ada payung hukum pengelolaan sampah. "Terkait perda itu, TPA Wukirsari hanya melayani sampah yang bersumber dari wilayah Gunungkidul," kata Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono Minggu (23/7/23).


Namun dia tidak menampik, dalam perda juga ada ayat yang memperbolehkan kerja sama dengan wilayah lain. Kerja sama itu memungkinkan untuk menerima impor sampah dari daerah lain. "Tapi kita ngikut arahan pimpinan, arahan bupati," jelasnya.
Terlebih, Harrya mengungkapkan, sejauh ini belum ada komunikasi dari wilayah lain dengan Kabupaten Gunungkidul menyangkut penanganan sampah. Belum ada komunikasi dari Pemkab Bantul terkait persoalan penutupan TPST Piyungan.


"Tapi perlu kami sampaikan kembali, kapasitas TPA di Gunungkidul sudah nggak mampu," ucapnya. Sebagai gambaran, per hari TPA Wukirsari menerima 50 ton dari berbagai penjuru kapanewon wilayah Gunungkidul. Jika dipaksakan membuka pintu kepada daerah lain untuk masuk, kapasitas TPA bisa cepat penuh.
"Nah ini kami sedang mengusahakan shel baru anggaran pusat. Ada ruang sekitar 5 hektare. Mengusulkan kepada Kementerian PU di 2024," ucapnya.


Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, penambahan shel baru masih dalam satu kawasan TPA Wonosari. Selain itu pihaknya juga mengusulkan kepada pusat pembangunan TPAS di pesisir, tepatnya Padukuhan Wonosobo, Banjarejo, Tanjungsari.


Pemilihan lokasi di Banjero karena letaknya berada di tengah, sehingga akses lebih mudah. Salah satu tujuan pembangunan TPAS di pesisir untuk menampung sampah-sampah dari kegiatan pariwisata. "Lokasinya dari wisata Pantai Kodok ke utara," ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta agar lalu lintas sampah dari wilayah lain dikoordinasikan. Mengingat TPA Wukirsari setiap hari sudah banyak menampung sampah. "Mungkin Pemkab Bantul bisa mencari lahan baru. Atau jika memang sudah urgent ya koordinasi lah, jangan sampai tiba-tiba datang buang sampah," kata Heri. (cr3/gun/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Sleman #Gunungkidul #wukirsari #Sampah #DLH #TPST Piyungan