Kepala DP3 Sleman Suparmono menjelaskan kedelapan sapi merupakan milik peternak dari tiga kapanewon. Diantaranya satu ekor sapi berasal dari Ngaglik, dua dari Mlati, satu dari Ngemplak, dan empat dari Pakem.
“Empat ekor sapi dari Pakem milik satu peternak yakni milik Bapak Tejo Suwarno,” jelas Suparmono melalui pesan singkat, Jumat (9/6).
Suparmono menjelaskan calon sapi asal Sleman yang akan dibeli Jokowi ini ada yang berjenis Simmetal, Sapi Peranakan Limosin, hingga Peranakan Ongole. Beratnya mencapai 800 kg hingga satu ton. Masing-masing peternak juga mematok harga yang bervariasi.
“Mulai dari Rp 45 juta sampai Rp 75 juta perekor,” katanya.
Dia menambahkan penyediaan sapi banmas Presiden ini dimulai dengan pendataan keberadaan sapi lintas kabupaten se-DIJ. Selain dari Sleman, ada juga lima ekor sapi milik warga Bantul dan satu ekor sapi milik warga Kulonprogo. Sehingga, total ada 14 calon sapi di DIJ yang nantinya akan dipilih.
Usai didata, ke-14 sapi tersebut kemudian akan melewati sejumlah seleksi. Sapi yang lolos seleksilah yang akan dipilih oleh Presiden Jokowi. Penilaian dilakukan mulai dari fisik, pengukuran berat badan, hingga pengambilan sampel darah.
“Lalu ada juga pengujian PCR PMK, PCR LSD, dan pemeriksaan telur cacing oleh Balai Besar Veteriner Wates. (Dipilih) seminggu sebelum hari H Idul Adha,” ujarnya.
Sebelumnya, pada tahun 2022 satu ekor sapi milik Siti Kusmiyatun warga Rejosari, Kuwang, Argomulyo, Cangkringan terpilih menjadi sapi banmas Presiden. Sapi yang dinamai Abimanyu itu lolos seleksi dari beberapa pilihan sapi lainnya. (isa/dwi) Editor : Editor News