Justru, rasa kecewa yang Upi rasakan ini dia tuangkan sebagai inspirasi untuk mengikuti lomba menghias orang-orangan sawah pada gelaran Festival Van Der Wijck di Dusun Tangisan, Banyurejo, Tempel, Jumat (3/6).
Upi menjelaskan orang-orangan sawah yang dia buat sejatinya mengandung pesan yang mendalam. Selain tak boleh berlarut-larut dalam kekecewaan, orang-orangan sawah ini juga memberikan pesan untuk tidak menyia-nyiakan beras. Ini senada dengan Festival Van Der Wijck yang mengusung tema Rice for All.
“Supaya semua orang lebih aware, sama kita itu memang besar dari beras. Inspirasinya kemarin orang bela-belain beli tiket. Kalau satu tiket dikalikan bisa dapat berapa beras. Kita inspirasinya gitu,” jelasnya saat ditemui pada gelaran Festival Van Der Wijck di Dusun Tangisan, Banyurejo, Tempel, Sleman, Jumat (2/6).
Untuk mendirikan sebuah orang-orangan sawah, Upi membutuhkan waktu selama dua jam dengan dibantu satu orang lainnya. Baginya, tak ada kesulitan atau kendala yang berarti.
Semua bahan telah dia siapkan sebelumnya. Misalnya, untuk bagian badan hingga kaki orang-orangan sawah dia menggunakan pakaian dan celana bekas yang diisi dengan jerami. Lalu, adapula bahan lain seperti tampah, caping, dan padi kering.
Tak lupa, Upi menyematkan foto vokalis Coldplay Chris Martin sebagai pengganti topeng. Dia juga terlihat membuat tulisan-tulisan yang membandingkan harga beras dengan harga berbagai seat konser Coldplay.
“Misalnya satu tiket CAT 1 bisa beli 100 kilogram beras, Festival 50 kilogram beras, apalagi Ultimate bisa sekebon. Itu inspirasinya, daripada kita ribut-ribut beli tiket, pikirin dulu aja itu beras. Makan itu tiket, nanti kalau ga bisa makan beras gimana. Jangan panik kalau ga dapat tiket. Paniknya kalau ga ada beras sama ga ada nasi,” katanya.
Upi mengaku tak memiliki target untuk memenangkan kompetisi menghias orang-orangan sawah. Dia merasa senang dan antusias dapat ikut serta memeriahkan Festival Van Der Wijck yang digelar setahun sekali ini.
“Kami memang perempuan, tapi apa saja bisa. Jadi ikut meramaikan aja festival ini,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News