RADAR JOGJA - Festival Van Der Wijck kembali digelar besok (2/6) hingga Sabtu (3/6) di Padukuhan Tangisan, Banyurejo, Tempel. Dengan memadukan potensi pertanian, edukasi lingkungan, hingga sosial budaya.
"Kegiatan ini mengangkat tema Rice for All dan didukung konsep health, wellness, and green," beber panitia penyelenggara Festival Van Der Wijck Dahlia Puspasari di Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman kemarin (31/5).
Dia menyebut, Rice for All atau beras untuk semua diartikan bahwa lokasi kegiatan ini memiliki potensi pertanian sebagai ketahanan pangan. Sebab Van Der Wijck menjadi icon sekaligus bingkai sejarah. Dibangun sepanjang 17 kilometer pada 1909, yang sampai sekarang manfaatnya masih dirasakan warga untuk mengairi pertanian.
Dibangun pada masa Hamengku Buwana VII, Van Der Wijck tercatat sebagai cagar budaya. "Melalui event ini, kami juga ingin mengangkat sosial budaya warga sekitar, khususnya di Tangisan," ujar Dahlia.
Nantinya sejumlah acara akan digelar dengan mengutamakan kesehatan, kebugaran dan hijau (natural) serta akan didukung dengan edukasi lingkungan. Adapun rangkaian kegiatan pada hari pertama meliputi lomba menghias orang-orangan sawah. Kemudian parade kirab budaya dan penampilan tari memetri. Ada upacara wiwitan, tari kreasi, hingga pertunjukan musik etnik.
Pada hari kedua, rangkaian kegiatan diawali dengan edu walking Van Der Wijck, workshop batik, membuat jamu, pertunjukan tari oglek, tari tampah, tari angguk, lomba nyambel cobek, fashion show, larung lampion, dan ditutup dengan tari kubro.
"Kami juga bekerjasama dengan Rapel (Rakyat Peduli Lingkungan) untuk mengatasi sampah selama event berlangsung," bebernya.
Nantinya akan disediakan banyak tong sampah di area kegiatan. Kemudian masyarakat diminta agar membuang dan memiliah sampah sesuai tempat yang disediakan.
Untuk kulinernya, tidak akan dibungkus plastik. Melainkan menggunakan dedaunan sebagai wadahnya. Hal ini untuk menjaga kawasan cagar budaya itu tetap natural asli dan terbebas dari sampah buatan.
Sementara itu, Sekretaris Dispar Sleman Eka Priastana Putra menambahkan, Festival Van Der Wijck mulai digelar 2021. Tahun ini, event tersebut dinobatkan menjadi salah satu dari 110 event terbaik oleh Karisma Event Nusantara (KEN) 2023 milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Eka berharap, kegiatan ini dapat mendukung kepariwisataan sekitarnya khususnya di Sleman Barat. "Juga dapat meningkatkan ekonomi warga dari segi pertaniannya," tandasnya. (mel/eno) Editor : Editor Content