Ketua Panitia Lomba Video Dakwah dan Kaligrafi Nasional UII Rifqi Sasmita Hadi menuturkan kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar SMA sederajat hingga mahasiswa jenjang sarjana.
Tak hanya datang dari Jogjakarta, peserta juga berasal dari berbagai daerah lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Gelaran ini mengangkat tema Menjemput Cahaya Merengkuh Ketakwaan. Menurutnya, kompetisi ini dilaksanakan untuk mengasah kreativitas di bidang seni dan budaya bagi generasi muda.
"Kegiatan ini mendorong generasi muda untuk menunjukkan karya terbaik masing-masing tanpa menghapus nilai ketakwaan," jelasnya, Senin (22/5).
Rifqi mengatakan kompetisi lomba video dakwah dan kaligrafi telah dimulai sejak Ramadan beberapa waktu lalu. Gelaran ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian Milad ke-80 UII. Kegiatan ini juga turut mengandung esensi rasa syukur serta wujud UII dalam merawat seni dan budaya.
"Spirit kegiatan ini juga memantik perhatian generasi muda. Nampak dari tingginya peserta yang turut serta dalam kegiatan dari tahun ke tahun," katanya.
Dia mengungkapkan aspek penilaian melibatkan dewan juri yang berkompeten di bidangnya. Masing-masing juri berupaya menjaga kredibilitas dan kualitas perlombaan.
Juri berasal dari kalangan akademisi, praktisi, dan seniman. Diantaranya adalah aktivis dakwah, penulis buku, dan influencer Ustadz Zaky Ahmad, Founder Beriperubahan M. Atiatul Muqtadir, Kepala Divisi Pengembangan Media dan Riset Direktorat Pemasaran UII, dan beberapa juri lainnya.
"Metode penilaian juga dibuat seadil mungkin. Dimana para dewan juri menilau karya peserta dengan metode blind review," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News