Antara lain, untuk pembangunan Pondok Pesantren Baitusalam Pusmalang, Wukirsari, Cangkringan senilai Rp 50 juta. Pembangunan Gereja Katolik Paroki ST Yoseph Medari Murangan VIII, Triharjo, Sleman senilai Rp 20 juta. Pembangunan Mushola Al-Islah Gumuk, Sidoarum, Godean senilai Rp 20 juta. Pembangunan Pura Srigading, Margodadi, Seyegan, Sleman Rp 20 juta dan lainnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman Budiharjo mengatakan, dana hibah tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sleman. Tujuan bantuan digulirkan, untuk pembangunan, merenovasi, maupun pemeliharaan rumah peribadatan. "Serta pengadaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan keagamaan," ungkap Budiharjo, Kamis (11/5).
Disebutkan, rincian dana hibah diberikan sebanyak 34 masjid, 14 musala, dua gereja, satu pura, empat pondok pesantren, dan satu rumah tanfidz. Penyerahan simbolik dana hibah dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Aula Lantai tiga Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (11/5).
Kustini menyampaikan, pemberian dana hibah keagamaan ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, dalam penguatan lembaga keagamaan dan sarana keagamaan di bumi bermotto Sembada ini. Merupakan bagian dari misinya mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera, religius dan berbudaya.
Sebab peran lembaga keagamaan sangat penting dalam memelihara keimanan dan nilai-nilai religi seseorang. Selain itu membangun mental spiritual yang baik. "Menjadi benteng diri, agar terhindar daej arus pengaruh negatif," ungkap Dia. Dia berharap, bantuan hibah tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar memberikan manfaat masyarakat luas. "Serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan," tandasnya. (mel/bah) Editor : Editor Content