Ketua Panitia Hari Jadi Ke-107 Kabupaten Sleman Aji Wulantara menjelaskan tema hari jadi selalu berbeda setiap tahunnya. Tahun ini dipilih tema singkat dengan bahasa Jawa, Nyawiji Lan Murakabi. Nyawiji dimaknai sebagai menyatunya berbagai perbedaan dan pandangan untuk menuju pada satu titik.
"Murakabi artinya bermanfaat, memberikan manfaat bagi semuanya. Tidak hanya bagi pemerintah saja tapi lebih-lebih bagi masyarakatnya," jelas Aji ditemui di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (10/5).
Menurut Aji, arti kata Murakabi juga mengandung sindiran kepada pemerintah. Maknanya agar tak melaksanakan program yang hanya sekedar menguntungkan birokrasi. Namun, tetap bisa memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat.
"Misalnya kemiskinan, stunting, persoalan ketertinggalan pendidikan, dan sebagainya," katanya.
Tema Nyawiji lan Murakabi dijabarkan dalam 29 rangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Jumat (31/4).
Menurut Aji, seluruh kegiatan menyimbolkan semangat filosofi yang ada. Beberapa kegiatan tersebut ditujukan kepada masyarakat, dan ada pula yang sifatnya sebuah upaya pelestarian nilai dasar tradisional yang ada seperti Malam Tirakatan.
“Pemkab Sleman juga hadir di tengah-tengah masyarakat. Misalnya memberikan peran bagi keluarga miskin, khitanan massal, dan sebagainya. Ada juga kegiatan yang sifatnya menjadi sebuah melestarikan nilai dasar yang ada seperti malam tirakatan,” ujarnya.
Puncak Hari Jadi Ke-107 Kabupaten Sleman akan digelar pada 15 Mei. Dimulai dengan sidang istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Sleman. Dilanjutkan dengan Upacara Bedhol Praja di Pendopo Ambarrukmo.
"Lalu ada Upacara Lung Tinampi dan Kirab Pusaka Tombak Kyai Turun Sih di Pendopo Parasamya," kata Aji. (isa/dwi) Editor : Editor News