Dirjen Dukcapil RI Teguh Setyabudi mengatakan, IKD menjadi terobosan baru dalam mengoptimalkan layanan dukcapil. Tujuannya untuk memudahkan pelayanan administrasi dukcapil. Nah, IKD pada 2023 ini didorong tercapai 25 persen dari wajib e-KTP sebanyak 21 juta penduduk, dari total penduduk Indonesia sebanyak 277,7 juta orang.
Ada 12 jenis layanan didalam IKD yang nantinya akan dikembangkan. Kemudian juga berbenah dalam penguatan infrastruktur jaringan termasuk siber pengamanan. "Mulai Juni kami berbenah. Di-support langsung bank dunia, yang akan melakukan pembenahan membangun dukcapil ke depan," ungkap Teguh dalam sambutannya, kemarin (2/5).
IKD dimasifkan dan nantinya terintegrasi dengan layanan lainnya. Misalnya, untuk mengakses bantuan sosial, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan termasuk untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Rektor UGM Ova Emilia menambahkan, identitas kependudukan dari waktu ke waktu terus mengalami transformasi. Mulai dalam bentuk sertifikat, KTP nasional, KTP-el hingga perkembangannya saat ini didorong menjadi IKD. Dengan perkembangan teknologi digital kecepatan akurasi untuk mengunggah informasi sangat diperlukan. "Dan respon pemerintah terhadap perkembangan teknologi menjadi proses positif. Pada 2022 pemerintah telah menidentifikasi layanan digital sehingga terciptalah inovasi ini," ujar Ova.
Dukcapil Goes to Campus menjadi terobosan mendorong civitas akademika untuk bertransformasi digital dari aspek admindukcapil. Ova memberikan apresiatif terhadap kegiatan tersebut. "Diharapkan mampu memberikan kemudahan, meningkatkan efisiensi pelayanan publik," tandasnya. Dukcapil Goes to Campus berlangsung 2-5 Mei mendatang. Di UGM pelayanan ini terbagi di sejumlah gerai yang tersebar di tujuh titik. (mel/bah) Editor : Editor Content