"Para pemudik terlihat sudah mulai banyak yang kembali ke Jogjakarta lewat Terminal Jombor ini. Puncak arus balik sendiri kami prediksi dari 25 hingga 30 April. Sejauh ini sudah cukup banyak yang mulai berdatangan dari Sumatera, Bali, dan beberapa kota di Jawa Timur, salah satunya Surabaya," jelas Kepala Seksi Pengelolaan Terminal Yunarti kepada Radar Jogja kemarin (25/4).
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi untuk menyiapkan armada bus tambahan pada momentum arus balik Lebaran ini. "Terkait penambahan armada bus, tetap kami siapkan adanya penambahan, namun jumlahnya belum pasti. Armada tambahan juga harus melewati proses ramp check untuk mengetahui kelayakan dan kesiapan operasinya," tandasnya.
Sebelumnya, di beberapa terminal sudah dilakukan ramp check berkala, termasuk Terminal Jombor yang melakukan sebelum momentum mudik Lebaran. Dikatakan Yunarti, ada beberapa bus yang tidak lolos verifikasi kelayakan. Masalah yang dihadapi, salah satunya per bus yang sudah tidak berfungsi secara optimal.
"Kami imbau para agen dan bus untuk memastikan keselamatan penumpang dan kesiapan bus. Kemarin saat ramp check ada beberapa bus yang tidak lolos, namun mereka juga bergerak cepat segera mengatasi permasalah yang ada. Jadi intinya semua pihak juga sama-sama nyaman dan tenang dalam menggunakan bus sebagai transportasi yang dipilih," tambahnya.
Veri Setyadi, seorang pemudik yang baru datang di Terminal Jombor menyebut, ia memilih kembali berangkat agak cepat sebelum puncak arus mudik berlangsung. "Saya berangkat sekarang untuk mengantisipasi penumpang bus yang akan makin ramai nantinya. Mungkin akan sangat ramai pada 26 April ke atas," katanya.
Dia mengungkapkan, kemarin penumpangnya cukup banyak sebenarnya, namun belum terlalu banyak jumlahnya. "Saya pernah mengalami arus balik yang juga sangat padat. Dan sekarang saya antisipasi hal seperti itu agar tidak terulang ke diri saya," beber pemudik asal Ponorogo itu.
Penuturan lain datang dari Eko Susanto. Ia datang ke Terminal Jombor untuk menjemput salah seorang rekan kerjanya. "Saya asli Jogja dan tidak mudik. Sekarang diminta untuk menjemput teman kerja saya, soalnya dia tidak ada keluarga juga di sini. Kebetulan saya sedang longgar, jadi saya jemput tidak masalah," katanya. (cr1/laz) Editor : Editor Content