Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Budi Mastering, Raup Cuan dari Usaha Jasa Pelatihan Kicau Burung Murai

Editor News • Jumat, 21 April 2023 | 07:03 WIB
LATIHAN : Jogja Bird Mastering menyediakan jasa pelatihan kicau Burung Murai. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
LATIHAN : Jogja Bird Mastering menyediakan jasa pelatihan kicau Burung Murai. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Mengisi waktu luang dengan hobi atau yang kegiatan yang disenangi tentu saja bisa membuang kepenatan setelah berkegiatan berat. Jika terus ditekuni, bukan tak mungkin hobi juga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Seperti yang dilakoni oleh Budi Purwantoro, seorang warga Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Hobi memelihara Burung Murai yang dia tekuni sejak kecil, sukses melambungkan namanya menjadi ahli mastering kicau burung. Budi Mastering, sapaanya, membuka jasa mastering atau pelatihan kicau Burung Murai. Pelatihan dilakukan di rumahnya. Usaha pelatihan kicau Burung Murai ini lantas dia beri nama Jogja Bird Mastering (JBM). 

Layaknya sekolah, Burung Murai yang dia latih diberi materi berkicau. Caranya adalah dengan memasukkan Burung Murai dengan kemampuan berkicau yang masih kurang bersama burung masteran di dalam ruangan yang sama. Burung masteran adalah Burung Murai dengan kemampuan berkicau yang baik.

“Kami kasih tempat ruang masteran dan kami kasih guru-guru vokal yang dalam artian masteran, (burung) hidup semua. Tidak ada dari MP3. Kami kasih burung hidup dan burung hidup itu ada serep. Umpama ga bunyi yang satunya bunyi,” jelasnya saat ditemui di Jogja Bird Mastering, Selasa (18/4).

Dia menjelaskan pelatihan bisa dilakukan sejak Burung Murai berusia 1,5 bulan. Pelatihan harus dilakukan setidaknya selama 6 hingga 8 bulan. Jika Burung Murai dirasa telah berkicau dengan merdu dan nada lagu sesuai dengan kicauan burung masteran, maka Burung Murai dinyatakan lulus dan siap mengikuti perlombaan. 

Budi mengatakan, Burung Murai yang lulus dari JBM telah tersebar di seluruh kota di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Bali, Lampung, Jambi, hingga daerah-daerah lainnya. Ada satu pengalaman yang tak pernah terlupakan baginya. Itu adalah saat Burung Murai yang dilatih olehnya ditukar dengan satu unit mobil Alphard.

“Istilahnya di tiap kota di Indonesia sudah menyekolahkan burung di sini. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Pernah satu burung diganti dengn Alphard, hasil masteran saya November 2020. Kalau harga Rp 500 juta sampai Rp 600 juta itu sudah biasa,” katanya.

Nama Budi Mastering kini telah terkenal di kalangan para pecinta burung. Bahkan, tak jarang Budi menerima permintaan untuk membuka kelas mastering di luar Jogjakarta. Dia mengaku menggeluti usaha mastering Burung Murai sejak tahun 2016. Diawali dari kegemarannya memelihara burung Burung Murai saat kecil.

Menurutnya, Burung Murai indah dilihat secara visual. Ekornya panjang dan warnanya mencolok.

“Yang utama itu suaranya. Bisa menyerap berbagai macam suara, mengikuti. Burung cerdas, burung seribu suara. Bisa menirukan apa saja. Enak dibuat teman ngopi kalau pagi dikeluarkan,” ujarnya.

Melihat adanya peluang usaha Budi perlahan-lahan mencoba mengembangbiakkan Burung Murai sejak 2004. Kini, JBM mampu menampung hingga 300 ekor burung. Dalam satu bulan berlatih, pemilik Burung Murai harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 400 ribu. Ini sudah termasuk biaya pelatihan dan perawatan.

“Omzet tinggal dihitung aja ada berapa burung yang nitip di sini. Per bulannya Rp 400 ribu. Sekarang ada kurang lebih 80 burung,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Budi Mastering #Jogja Bird Mastering #Pelatihan burung kicau