Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penjual Kue Kering Kebanjiran Orderan, Terima Pesanan Hingga Seribu Toples

Editor News • Selasa, 18 April 2023 | 21:22 WIB
FOKUS : Pengusaha kue kering di Gamping, Sleman kebanjiran orderan menjelang lebaran, Selasa (18/4). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
FOKUS : Pengusaha kue kering di Gamping, Sleman kebanjiran orderan menjelang lebaran, Selasa (18/4). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Dua tahun terakhir geliat usaha kue kering terlihat lesu. Ini karena tradisi bersilaturahmi bersama keluarga maupun tetangga terhenti selama pandemi Covid-19. Imbasnya sektor UMKM ini turut terdampak dan vakum sementara waktu. 

Idul Fitri 2023 ini menjadi berkah bagi pengusaha kue kering. Terlihat dari menggeliatnya kembali pesanan. Tak hanya melayani wilayah Jogjakarta tapi juga di sekitarnya.

Salah satunya adalah Rahayu Dwi Astuti, pengusaha kue kering yang merupakan warga Nogotirto, Gamping, Sleman. Tutik, sapaannya, mengaku terjadi peningkatan pesanan drastis dibandingkan tahun lalu. Beberapa orderan bahkan terpaksa dia tolak karena keterbatasan waktu dan tenaga.

Untuk Ramadan dan lebaran tahun ini, dalam sehari bisa masuk 50 pesanan. Baik dari konsumen langsung maupun pesanan dari para reseller. Tutik terhitung telah menerima orderan sebanyak 800 toples dan siap diantar kepada pemesan. Namun, diperkirakan orderan ini akan terus bertambah hingga mendekati hari raya Idul Fitri. 

“Usaha kue lebaran ini sudah sekitar 20 tahun, tapi kami buat setiap lebaran dan natal. Tahun ini, wah sampai menolak, meningkat sangat drastis ya signifikan. Estimasi saya bisa sampai di atas 1.000 karena memang banyak peminat di lebaran ini. Saat ini lebih tinggi dibanding tahun kemarin,” jelasnya, Selasa (18/4).

Ada berbagai jenis kue kering yang dijual oleh Tutik. Misalnya, kue nastar, putri salju, kastengel, kue coklat, sagu keju dan berbagai kue kering lainnya. Masing-masing dibanderol dengan harga yang bervariasi.

Tiap toplesnya, kue coklat dibanderol dengan harga Rp 35 ribu, nastar Rp 55 ribu dan kastengel Rp 65 ribu. Untuk menyelesaikan pesanan, Tutik dibantu oleh 8 orang karyawan. Untuk memperluas pasarnya, Tutik juga menjual kue kering buatannya secara online.

“Ada juga pelanggan dari luar kota seperti Klaten dan Solo,” katanya.

Salah satu pelanggan, Diaz mengaku membeli kue kering dari jauh-jauh hari. Ini lantaran kue kering buatan Tutik sangat laris. Sehingga dia takut kehabisan.

Dia mengatakan setiap tahun selalu memesan kue kering yang dibuat oleh Tutik. Menurutnya, rasanya pas dan harganya juga terbilang terjangkau.

“Saya kalau lebaran memberi hampers kepada teman sahabat saudara di sekitar saya. Saya ke sini untuk membeli kue Bu Tutik ini yang sudah menjadi langganan. Persiapan, kue bu tutik ini sangat laris jadi takut tidak kebagian jadi memang harus jauh-jauh hari,” ujar Diaz. (isa/dwi) Editor : Editor News
#kue kering Sleman #Kue kering lebaran #hampers lebaran #usaha kue kering