Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penumpang Bus Terminal Jombor Melonjak 100 Persen

Editor Content • Rabu, 12 April 2023 | 16:53 WIB
Ilustrasi mudik di Terminal Jombor, Sleman, Yogykarta tahun lalu.
Ilustrasi mudik di Terminal Jombor, Sleman, Yogykarta tahun lalu.
RADAR JOGJA - Jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) mengalami lonjakan sejak dua pekan sebelum Idul Fitri 1444 Hijriah. Bahkan lonjakan dua kali lipat dari biasanya. Atau kenaikannya 100 persen.

Kasi Pengelolaan Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Yunarti mengatakan, lonjakan penumpang untuk keberangkatan arus mudik di Terminal Jombor dimulai sejak Sabtu (8/4). Normalnya bus hanya terisi separo penumpang, kini melonjak 100 persen penuh. Yakni, dari kapasitas 75 orang, menjadi 150 orang.

Mayoritas pemudik mahasiswa. Dengan tujuan paling banyak ke Pulau Sumatera. Lainnya, tujuan Jabodetabek, Bali hanya satu armada dan sisanya tujuan Semarang ataupun Patas. "Saat ini jumlah bus masih sama, sekitar 100 bus, belum ada yang mengajukan bus tambahan," sebut perempuan yang akrab disapa Yuni, kemarin (11/4).

Dia menyebutkan, saat ini tidak ada persyaratan khusus terkait kelengkapan vaksin. Namun lebih pada imbauan agar penumpang tetap menjalankan prokes. Minimal memakai masker. Termasuk imbauan ke paguyuban perusahaan otobus (PO) di terminal Jombor agar menyampaikan ke Penumpang.
Disampaikan puncak arus mudik semakin melonjak tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri. "Tiket rata-rata sudah habis semua. Mungkin nanti ada penambahan mendekati hari H," ungkapnya.

Kepala Dishub Kabupaten Sleman Arip Pramana menuturkan, kebijakan libur Lebaran maju lebih awal sedikit memudahkan dalam pengaturan lalu
lintas jalan. Karena waktu mudik lebih lengang dan tidak bertumpu pada H-1 Idul Fitri. "Kalau libur tidak dimajukan lebih awal, itu potensi terjadi kemacatan akan tinggi. Majunya dua hari, itu sudah membagi beban kendaraan," ujar Arip.

Diaktakan, Prediksi dari Kementrian Perhubungan mundur dua hari itu mampu menurunkan kira-kira empat persen pada H-1. Dari 15 persen menjadi 11 persen. Adapun potensi mudik masuk ke DIJ sekitar 5,9 juta kendaraan. Sebaliknya, dari DIJ ke luar, sekitar 1,7 juta kendaraan.

Artinya sudah 4,2 juta pemudik itu jumlahnya hampir satu kali lebih banyak dari pada jumlah penduduk DIJ di kisaran 3 juta. Dengan demikian potensi penambahan kendaraan di jalan dimungkinkan dua kali lipat kondisi normal. "Tentunya juga berpengaruh pada tingkat kunjungan yang masuk Ke Sleman," bebernya. (mel/bah) Editor : Editor Content
#Terminal Jombor #Dishub DIJ