Terkait posisi dosen Rafie, Fathul juga belum bisa memastikan apakah Rafie sudah kembali ke Indonesia atau belum. Ini lantaran belum ada kabar mengenai kepulangannya.
"Komunikasi terakhir resmi ke kami seperti yang dulu kami sampaikan (lewat e-mail) yang resmi. Belum ada laporan sudah pulang atau belum, kemungkinan belum," jelasnya ditemui di UII, Jumat (31/3).
Pihaknya juga tak ada komunikasi secara resmi dengan pihak keluarga. Namun, Fathul tidak menampik jika memang ada komunikasi non-resmi diluar pantauannya. Farhul menegaskan saat ini tim internal UII tengah melakukan penilaian. Setidaknya proses sudah berjalan hingga 80 persen.
Proses penilaian, lanjutnya, dilakukan secara hati-hati. Ini mengingat kaasus merupakan pertama kalinya terjadi di UII. Pihaknya juga tengah melakukan mitigasi terkait proses bisnis. Ini lantaran dosen Rafie mengemban jabatan sebagai wakil dekan.
"Karena beliau wakil dekan, jadi harus ada penggantinya, ada PLT nya. Baru pemilihan definitif. Menurut regulasi selama belum ada perubahan status legal kami wajib tetap menggaji. Kecuali nanti terjadi proses karena dikeluarkan misalnya," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News