“Kami juga sangat membutuhkan media dalam hal publikasi dan penyebaran beritanya. Kami juga terus mengupayakan berbagai hal dalam penanganan klithih ini. Konsep yang kami bangun adalah konsep penyelamatan dan preventif, bukan konsep menghukum,” ujar Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat berdiskusi dengan pimpinan Radar Jogja, di Kantor Radar Jogja, kemarin (28/3).
Kedatangan kapolda ditemui Direktur Radar Ananto Priyatno, Pemimpin Redaksi Radar Jogja Yogi Isti Pujiaji, dan Manager Radar Jogja Digital Reren Indranila. Suwondo membeberkan, Polda DIJ sudah berkeliling ke berbagai pihak, seperti ormas Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah. Selain itu juga beberapa tokoh akademisi maupun praktisi untuk mendiskusikan persoalan klithih ini. Harapannya, dengan semakin banyak pihak yang turut serta membantu preventif dan penanganan klithih secara kolektif. Karena klithih ini jadi isu bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurut kapolda, kunjungan ke Radar Jogja ini untuk silaturahmi. Dia berharap kerja sama dan kolaborasi yang sebelumnya telah terjalin, ke depan tetap bisa dijalankan dengan baik. Kapolda menyadari pentingnya menjalin kerja sama kolaboratif dengan para media masa, terkait pewartaan dan publikasi agenda yang dilakukan.
Direktur Radar Jogja Ananto Priyatno mengatakan, Radar Jogja mengupayakan untuk selalu membuka kolaborasi dengan banyak pihak seperti kepolisian, pemerintah, dan lainnya. “Harapannya, agar ada kolaborasi dan punya peranan untuk mempublikasikan agenda-agenda terkait sesuai kapasitas dan tugas kami,” kata Ananto.
Radar Jogja memiliki kerja sama kolaboratif dengan pihak Polda DIJ. Yakni rubrik khusus bernama Presisi yang berisi berita khusus terkait Polda DIJ. Rubrik tersebut tayang setiap Jumat. “Ini salah satu upaya kami untuk bisa terus bersinergi dengan pihak kepolisian. Dalam hal ini Polda DIJ,” jelasnya.(cr1/din) Editor : Editor Content