"Ini disampaikan melalui penjelasan AMRP di dalam balasan email," ungkap Fathul dalam keterangan tertulisnya kemarin (24/2). Kendati begitu, Fathul enggan menjelaskan detail perihal kondisi kesehatan AMRP.
Fathul menceritakan, isi email tersebut AMRP juga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada rektor dan seluruh sivitas akademika UII. Atas kegaduhan yang muncul di publik, menyangkut permasalahan dirinya.
"UII mendoakan semoga AMRP lekas mendapatkan kembali kesehatan yang prima. Kami akan memberi pendampingan dan dukungan layanan kesehatan bagi AMRP, apabila diperlukan," bebernya. Menurutnya UII memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh sivitas, sesuai regulasi yang berlaku di UII.
Tindakan indisipliner terhadap AMRP akan dilakukan. Karena selama hilang kontak menyebabkan dampak terhadap tata laksana organisasi, meninggalkan tanggung jawabnya sebagai Wakil bidang sumber daya Fakultas Teknologi Industri ini. "Untuk melakukan verifikasi atas dugaan tersebut, UII akan membentuk tim berdasarkan regulasi yang berlaku di UII," sebutnya.
Usai menemukan titik terang ini, Fathul mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu penelusuran dan pengungkapan kasus ini. Seperti Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI, KJRI New York, KBRI Oslo, KJRI di Istanbul, KBRI Ankara, KBRI Riyadh, PP Muhammadiyah, National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia. Dan berbagai pihak yang turut membantu dalam pelacakan kasus ini.
Dengan demikian Fathul menuturkan upaya pelacakan diakhiri. "Harapannya tidak ada spekulasi yang berkembang di tengah publik," tandasnya.
Sebelumnya, AMRP dan tiga dosen UII lainnya, termasuk Rektor UII mengikuti aktivitas mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN) dalam rangka menjalin kerja sama. Aktivitas dilakukan sejak 5 Februari dan pada 15 Februari 2023 tim meninggalkan Norwegia melalui Bandara Oslo.
AMRP yang seharusnya mendarat di Jakarta pada 16 Februari, rupanya tak juga menampakkan diri.Sejak itulah yang bersangkutan hilang kontak. Hingga pencarian orang hilang, yellow notice diterbitkan.
Pada 19 Februari, UII mengumumkan, AMRP terdeteksi masuk AS melalui Boston. Informasi ini diterima melalui informasi Kementrian Luar Negeri RI. Pada 20 Februari, Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti menginformasikan bahwa yang bersangkutan tidak hilang tetapi mengubah rute tanpa memberitahu siapapun. (mel/bah) Editor : Editor Content