Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menuturkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak siang hari. Dua kapanewon terdampak karena hujan disertai angin kencang. Walau begitu, dia memastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.
“Diawali dengan peringatan dini cuaca dari BMKG. Kejadian di Sleman didominasi pohon roboh, lalu atap rumah berterbangan. Namun dipastikan tak ada korban jiwa,” jelasnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/2).
Detil kejadian di Kapanewon Minggir adalah tumbangnya pohon sengon laut di Sutan Sendangsari. Pohon berdiameter 25 centimter ini roboh dan menutup akses jalan. Adapula pohon menumpa rumah di Parakan Wetan, Sendangsari.
“Semuanya sudah terkondisi dan terevakuasi,” katanya.
Kejadian di Kapanewon Kalasan berupa atap berterbangan. Tepatnya atap dapur yang terbuat dari galvalum di Dusun Pundung, Tirtomartani. Terlaporkan belum terkondisikan hingga sore hari.
Dua kejadian berupa robohnya pohon Wadang di Dusun Pakem Tamanmartani. Masing-masing memiliki diameter 40 centimeter dan 45 centimeter. Meski menimpa rumah warga namun sudah terevakuasi oleh tim relawan.
“Lalu di Dusun Plasan RT 14 RW 36 Tirtomartani. Atap galvalum roboh dan pagar dan pondasi ambrol. Saat ini masih proses evakuasi,” ujarnya.
Makwan meminta masyarakat memantau kondisi lingkungannya. Terutama untuk memangkas dahan pohon yang lapuk. Selain itu juga memperbaiki sudut rumah yang rentan roboh akibat angin.
“Ini untuk antisipasi jiika sewaktu-waktu terjadi hujan disertai angin kencang. Jangan lupa membersihkan saluran air agar tidak mampet dan menimbulkan genangann air,” pesannya. (Dwi) Editor : Editor News