Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapolresta Sleman: Kenakalan Remaja Melebihi Ambang Batas Wajar

Editor Content • Selasa, 14 Februari 2023 | 17:36 WIB
RADAR JOGJA FILE
RADAR JOGJA FILE
RADAR JOGJA - Kapolresta Sleman Kombes Pol Aris Supriyono tidak menampik tingginya kenakalan remaja belakangan ini. Menurutnya, setiap patroli ada saja remaja yang ditangkap karena membawa senjata tajam, hingga narkoba.

"Kenakalan remaja saat ini sudah melebihi ambang batas wajar. Saat ini semakin banyak pelajar yang mengenal rokok dan narkoba. Ini hasil dari data Polres Sleman,'' ujarnya pada pembukaan acara pembinaan dan penyuluhan pelajar di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman kemarin (13/2).

Dihadapan 78 pelajar yang berasal dari 26 SMA dan SMK di Kabupaten Sleman, tegas Aris, polisi tidak akan pandang bulu dalam menindak remaja yang terlibat tindak pidana. "Kalau tim Polresta sedang patroli dan menemukan adik-adik membawa senjata tajam, maka akan kami proses,'' jelasnya.

"Sehingga dari teman-teman yang datang, tolong apa yang didapat hari ini dapat disampaikan kepada teman yang ada di sekolah,” lanjutnya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, sudah ada aturan jam pulang anak di wilayahnya dalam Perbup Nomor 45 Tahun 2020. Oleh karena itu, Kustini meminta, agar aturan itu dijalankan sebaik mungkin demi masa depan anak. Sebagai salah satu upaya agar tidak terlibat kenakalan.

"Mohon mulai dipahami, untuk tidak keluar rumah setelah jam 22.00. Kalau sudah selesai agenda dari sekolah, silakan pulang dan tidak melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIJ Subakir berharap, puluhan anak yang dikumpulkan dan diberi sosialisasi ini dapat menjadi informan bagi teman di sekolahnya. "Bisa menyampaikan ke teman-teman bahwa keluar malam boleh, tapi waktunya terbatas," ujarnya.

Di sisi lain, sosialisasi sekaligus memberikan informasi bahwa BPRSR memiliki program khusus bagi anak sekolah yang kelebihan energi. Mereka bisa dititipkan minimal tiga minggu untuk dididik agar perilakunya berubah. "Agar memberikan perubahan perilaku dan meningkatkan bela negara dan kepedulian sosial," ucapnya.

Sosialisasi dan penyuluhan pelajar diberikan melalui metode diskusi kelompok. Setidaknya ada 5 orang pendamping untuk mendiskusikan permasalahan yang dialami pelajar. Baik di rumah maupun sekolah. Diharapkan pelajar dapat mendapatkan solusi dan inisiatif baru dalam memecahkan masalah. Sehingga tidak melakukan tindakan nakal dan melanggar hukum. (lan/eno) Editor : Editor Content
#Sleman