Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UIN Suka Beri Gelar Honoris Causa pada Tiga Pemuka Agama

Editor Content • Sabtu, 11 Februari 2023 | 19:03 WIB
Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja Al Makin saat memberikan keterangan pers (10/2).(WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA)
Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja Al Makin saat memberikan keterangan pers (10/2).(WULAN YANUARWATI/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogja akan menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa (Dr HC) kepada tiga perwakilan kelompok umat beragama. Mereka dinilai memiliki kontribusi dalam mendukung perdamaian dan moderasi beragama.

Pertama, diberikan kepada perwakilan agama Katholik, Paus Fransiskus yang didelegasikan kepada Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot. Lalu dua organisasi Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama diberikan kepada KH Yahya Cholil dan Sudibyo Markus dari organisasi Muhammadiyah.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja Al Makin mengatakan pentingnya pemberian gelar Honoris Causa bagi UIN Suka Jogja, bangsa Indonesia, dan dunia. Proses penganugerahan sendiri berjalan cukup lama, sekitar dua tahun prosesnya.
"Gelar Honoris Causa melambangkan harmoni antar umat beragama yang di dalam agama ada banyak kelompok dan harmoni di luar agama," ujarnya kemarin (10/2).

Menurutnya, penganugerahan penting untuk Indonesia karena menegaskan bahwa Indonesia mempunyai kontribusi yang unik. Ketiga unsur itu merupakan pilar penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. "Ini sekaligus menegaskan dan menguatkan bahwa kita punya filosofi dan tradisi sendiri di Indonesia. Relasi harmonis antar pemimpin agama,'' ujarnya.

Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot berkontribusi dalam dialog antar agama. Saat itu dia menjabat sebagai wakil utama Vatikan dalam memulihkan dialog dengan Imam Besar Ahmed el-Tayeb dari masjid Al-Azhar Kairo yang sempat mandeg tahun 2011. "Salah satu hasil pemulihan dialog ialah penandatanganan declaration on human fraternity oleh Paus Francis dan Grand Imam Al Azhar," ujarnya.

Sedangkan KH Yahya Cholil atau Gus Yahya diakui dibidang hak asasi manusia dan perdamaian dunia. Pernah menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel yang menyuarakan konsep rahmat sebagai solusi bagi konflik dunia. Dalam hal ini termasuk konflik yang disebabkan oleh agama.

"Ia menyampaikan perdamaian dunia sangat mungkin terwujud jika setiap orang memiliki kesadaran untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia," jelasnya.

Sementara itu, Sudibyo Markus pernah menjabat sebagai ketua PP Muhammadiyah periode 2005-2010. Dia dinilai sebagai orang yang mumpuni di bidang kemanusiaan dan kerjasama antar bangsa. Sudibyo dinilai dapat membangun wajah agama yang ramah dan tetap menghargai perbedaan.
"Sudibyo Markus mampu bekerjasama untuk perdamaian dan kebaikan hidup bersama. Sangat selaras dengan Maqasid Syari'ah yang diyakini oleh Muhammadiyah," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Jogja Abdur Rozaki mengatakan pemberian anugerah Honoris Causa mampu menciptakan atmosfer yang bagus di level dunia.
"Akan ciptakan atsmosfer yang bagus di level global karena konflik politik identitas mengobarkan api kekerasan yang mengancam aspek kemanusiaan. Dalam konteks ini UIN sebagai basis kampus agama, agama bisa mainkan peran strategis di tingkat global untuk mendoronh persaudaran, perdamaian," jelasnya. (lan/bah)

  Editor : Editor Content
#universitas islam negeri #Jogja