RADAR JOGJA - Jumlah pengangguran di Sleman mengalami penurunan, mencapai 4.804 orang. Hal ini dipicu oleh kondisi Covid-19 mulai terkendali dan warga yang sudah bekerja kembali.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Sutiasih mengatakan, pengangguran pada Agustus tahun lalu adalah 33.395 orang. Sedangkan di bulan yang sama pada 2021, pengangguran di Sleman mencapai 38.199 orang. "Tingkat pengangguran terbuka Sleman menurun," tegasnya kemarin (31/1).
Selain dipicu oleh terkendalinya kondisi Covid-19, Sutiasih menyebut, program padat karya berhasil mengurangi jumlah pengangguran. Sebeb berdasarkan data BPS, penurunan angka pengangguran tercatat 0,08 persen. Dan diharapkan terus menurun pada tahun ini.
Kegiatan padat karya, sudah dilaksanakan pada 77 lokasi tahun lalu. Setiap lokasi dikerjakan oleh 52 orang, sehingga ada 4.004 orang telah terlibat.
Menurutnya, program padat karya di Sleman menerapkan cara yang berbeda dari daerah lain. Sehingga penyerapan tenaga kerja dapat dioptimalkan. "Untuk Sleman teknisnya kami hibahkan kepada lembaga pembardayaan masyarakat kalurahan (LPMK), sehingga mereka bisa memberdayakan toko-toko yang ada di sekitar kalurahan," jelasnya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, program padat karya juga bisa mengurangi masalah kemiskinan di Sleman. Sebab fokus pada pemberdayaan warga di tingkat kalurahan, dan mereka bisa mendapatkan penghasilan.
Dia pun berharap, program ini juga dapat menyelesaikan permasalahan lain. Seperti ketersediaan akses jalan yang memadai, sarana irigasi, ketersediaan air bersih, hingga sanitasi. (lan) Editor : Editor Content