Sekretaris Disperindag Sleman Tina Hastani menjelaskan, anggaran tersebut akan diperuntukkan selama 2023. Untuk 32 pasar yang aktif, dan merupakan binaan dari Disperindag Sleman.
Tina mengatakan, pemeliharaan gedung pasar dilakukan secara rutin setiap tahun. Sebab berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan para pedagang serta pembeli. "Pemeliharaan terus selalu ada setiap tahun, semua pasar yang ada. Misal ada yang bocor, kena bencana angin ribut atau banjir dan sebagainya tetap ada pemeliharaannya," bebernya kemarin (30/1).
Sementara itu, revitalisasi pasar pada tahun ini, fokus di Pasar Godean. Menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) senilai Rp106 miliar. Ribuan pedagang pasar Godean pun telah dipindahklan ke lokasi transit. Dengan target pembangunan akan rampung pada kuartal pertama 2024.
Meski kondisi lokasi transit sempat dikeluhkan beberapa pedagang, Tina menyebut, kondisi saat ini sudah bagus. Bahkan pedagang meminta pindah ke lokasi relokasi setelah Lebaran. "Sudah bagus, saat hujan pun sudah tidak becek lagi. Minta setelah Lebaran baru pindah (gedung, Red) relokasi supaya pedagang apal beli di sini," jelasnya.
Tina menungkapkan, pasar transit dibuat supaya pedagang tidak libur berjualan. “Tadinya kami siapkan 2-3 bulan, tapi permintaan pedagang setelah Lebaran," lanjutnya.
Terpisah, warga Sleman Rita mengatakan, setiap dua hari sekali dia berbelanja ke Pasar Sleman I. Dia pun menyambut baik upaya Pemkab memperhatikan kondisi pasar rakyat itu. "Bagus ya, apalagi musim hujan kalau ada yang bocor kan nggak nyaman. Kalau ada perbaikan, saya biar nggak malas ke pasar," tandasnya. (lan/eno) Editor : Editor Content