Namun ada catatan kesehatan atas tren kuliner ini. Salah mengonsumsi chiki ngebul justru bisa mendatangkan petaka. Hal ini karena nitrogen cair yang ditambahkan sebenarnya bukanlah bahan tambahan makanan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman turut memberikan perhatian atas fenomena makanan chiki ngebul. Pengawas Farmasi dan Makanan, Kelompok Substansi Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman, Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman Agustin Tuti Riana menjelaskan nitrogen cair sejatinya lumrah digunakan berdampingan dengan makanan.
“Nitrogen cair dimanfaatkan untuk mempertahankan suhu es atau es krim agar tak mudah cair. Bukanlah bahan tambahan makanan. Dianjurkan konssumsi saat asap telah hilang. Tapi kadang justru di situ sensasinya. Masih berasap tapi sudah dikonsumsi," jelasnya saat ditemui di Kantor Dinkes Sleman, Kamis (12/1).
Agustin mengungkapkan pihaknya telah menggencarkan pemantauan. Utamanya di lokasi-lokasi gelaran even yang biasanya menjadi lapak jualan pedagang chiki ngebul. Edukasi dilakukan kepada pelaku usaha, masyarakat, bahkan termasuk ke sekolah-sekolah.
Upaya ini masih terus dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar POM DIJ. Dia mengatakan hingga saat ini, tak ditemukan adanya kasus keracunan nitrogen cair di Sleman.
"Sambil nanti menunggu dari pusat seperti apa terkait dengan keamanan pangannya, jangan dulu jualan produk tersebut kami lebih mengedukasi kepada yang memiliki event-event tersebut," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan pihaknya telah menerima surat edaran Kemenkes. Kaitannya dengan pengawasan terhadap nitrogen cair pada produk pangan siap saji.
Dia akan terus bergerak melakukan pengawasan. Agar chiki ngebul tak lagi dikonsumsi secara sembarangan. Selain itu, hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah higienitas dari makanan ringan yang digunakan.
"Yang perlu diperhatikan chikinya sendiri. Kedaluwarsanya, kemasannya rusak atau tidak karena itu kan sudah dibuka," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News