Dari dua kategori pertandingan, yakni single bola 8 beregu, tim biliar PWI DIY membukukan skor 5, sedangkan tim biliar warga Condongcatur skor 2. Sedangkan kategori double bola 8 beregu, tim biliar PWI DIY meraih skor 3, tim biliar warga Condongcatur skor 1.
Acara yang sekaligus ajang tali silaturahmi penggemar biliar tersebut berlangsung di kediaman Jani, di bilangan Jalan Garuda, Manukan, Condongcatur. Digelar sebagai bagian memeriahkan tahun baru 2023, pada hari Minggu 1 Januari 2023, dari pukul 13.00 hingga pukul 22.00.
Menurut Jani Sulistyo, pertandingan tersebut memiliki nilai positif yang tinggi, baik bagi warga maupun anggota PWI DIY. "Paling sederhana, ini sebuah kegiatan positif. Bukan biliar yang dulu imej-nya negatif. Sekarang kan dipertandingkan. Sudah jauh dari stigma negatif, sudah merupakan olahraga. Kalau dulu permainan," jelasnya di sela-sela kompetisi.
Jani Sulistyo mengatakan, belakangan ini marak kejahatan jalanan di wilayah DIY. Olahraga biliar dapat menjadi salah satu upaya meminimalisasi hal tersebut. Anak muda diberi kesepatan dilatih dan bermain biliar untuk mengisi waktu luang, alih-alih nongkrong dan berkeliaran di jalanan. Di sisi lain dapat menghasilkan prestasi yang cukup menjanjikan.
"Akan menjadi positif daripada anak-anak atau remaja keluyuran pergi tanpa tujuan yang positif dan syukur-syukur menekuni itu pasti akan berprestasi. Karena termasuk olahraga yang hasilnya gede, selalu ada turnamen," jelas Jani Sulistyo.
Turnamen biliar di Indonesia menurutnya stabil dan rutin. Hal ini yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh warga. Sebab, peluang meraih prestasi sangat tinggi dan bisa meraih reward yang layak.
"Hampir tiap bulan selalu ada turnamen biliar, karena seluruh Indonesia gak boleh tempuk, ada jadwalnya. Provinsi lain gak boleh mengadakan turnamen dijadwal yang sama dengan turnamen dari provinsi lain," lanjut Jani Sulistyo.
Sementara itu, bagi anggota PWI dapat memanfaatkan kesempatan berlatih di kediamannya secara bebas tidak terikat waktu. Sekaligus berlatih secara lebih profesional demi mempersiapkan diri pada turnamen dua tahunan, Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Peluang lebih besar lagi diharapkan bisa menjadi atlet di berbagai turnamen, termasuk Pekan Olahraga Daaerah (Porda).
"Jadi, saya berharap olahraga biliar kalau untuk atlet biliar PWI DIY ke depan ikut Porwarnas, minimal ada peningkatan. Syukur-syukur raih medali. Latihan serius untuk 2024, serius konsisten. Saya optimistis bisa. Termasuk juga membela daerah ikut Porda. Selain jadi atlet PWI, bisa jadi atlet Porda," papar Jani Sulistyo.
Salah satu atlet biliar PWI DIY Gigih M. Hanafi mengapresiasi kompetisi biliar antara PWI dengan warga Condongcatur Sleman. Selain kompetisi ini menyenangkan dan santai, namun juga salah satu upaya melatih mental. Sehingga pada kompetisi selanjutnya dapat lebih siap dan matang.
"Latihan mental bagi teman-teman PWI, terutama saya," ujar Gigih. (*/lin/iwa/dwi) Editor : Editor News