Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman. Nia menambahkan pasar murah digelar dalam rangka mengendalikan angka inflasi di Sleman. Rata-rata dibanderol lebih murah Rp 1.700 hingga Rp 2.000 per produk jika dibandingkan dengan harga di pasar.
“Dari berbagai komoditas totalnya ada 48 ton. Meski sasarannya masyarakat umum tapi tetap kami batasi. Misalnya, beras dibatasi satu kuintal. Gula dan minyak goreng juga. Agar lebih merata,” jelasnya saat ditemui di Lapangan Candibinangun, Pakem, Kamis (8/12).
Kurnia mengatakan gelaran pasar murah pertama dilaksanakan di Pakem. Ini untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sleman di bagian utara. Selanjutnya, akan digelar merata di lokasi lainnya.
Kedepannya kegiatan ini akan berlangsung di Lapangan Tentara Gabungan Pelajar (TGP) Margoluwih Seyegan pada Sabtu (10/12), Lapangan Pendowoharjo Pandowoharjo Sleman pada Selasa (13/12), dan di Lapangan Raden Ronggo Tirtomartani Kalasan pada Kamis (15/12).
“Antusias masyarakat pada gelaran pasar murah ini sangat tinggi. Sebelum buka masyarakat sudah banyak yang antri. Kami lihat antusias masyarakat tinggi untuk berbelanja karena memang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Lina salah satu warga Cangkringan mengaku senang dengan digelarnya pasar murah bahan pokok. Beberapa bahan pokok yang berhasil dia bawa pulang diantaranya beras, minyak goreng, terigu, dan telur ayam.
Menurutnya, ini lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasar. Misalnya saja komiditi beras. Perkilogramnya dibanderol dengan harga Rp 12 ribu jika beli di pasar. Sementara dalam gelaran pasar murah ini Lina cukup membayar Rp 9.800 perkilogram.
“Adanya pasar murah ini sangat membantu karena harganya sangat terjangkau. Sejak November mulai terasa semuanya naik. Harapannya supaya kegiatan seperti ini dilaksanakan lagi. Terutama di Sleman utara itu masih banyak yang membutuhkan,” ujarnya.
Senada dengan Lina, Wahyu seorang warga Klidon, Sukoharjo, Sleman mengaku sangat terbantu dengan adanya gelaran pasar murah ini. Minyak goreng satu krat berisi 12 botol dia dapatkan dengan harga Rp 144 ribu. Padahal jika dia beli langsung di pasar per botol dibanderol dengan harga Rp 14 ribu.
“Untuk pasar murah ini baik sekali. Tapi tadi sudah lama antri ternyata cuma dapat satu krat. Padahal rencananya mau beli dua krat. Tapi sangat terbantu sekali, terima kasih,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News