Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan, 73 persen kasus tahun ini berasal dari usia produktif 15-59 tahun. "Ada satu kasus bayi lahir dengan HIV positif tahun ini. Dan ini menambah daftar anak-anak dengan HIV yang berdomisili di Kabupaten Sleman," ujarnya kemarin (30/11).
Sejauh ini, Dinkes Sleman melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus HIV/AIDS. Di antaranya dengan layanan konseling tes HIV bagi yang membutuhkan. Layanan ini diberikan secara gratis di setiap puskesmas. Selain itu, literasi reproduksi terhadap para remaja juga rutin dilakukan. "Ke depan akan kami tingkatkan lagi, baik dari sisi jumlah maupun kemudahan akses," ungkapnya.
Cahnya menyebut, permasalahan HIV/AIDS sangat kompleks. Oleh karena itu, upaya penanggulangan preventif harus dilaksanakan pada sejumlah sektor. Mulai dari sektor pendidikan hingga sosial ekonomi, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Sleman, Seruni Anggreini Susila menuturkan, kasus HIV terbaru yang ditemukan pada bayi, disebabkan adanya penularan pada perempuan hamil. Kemudian menular pada bayi yang sedang dikandung. “Sudah hamil sembilan bulan, lalu tes. Dia baru tahu kalau dirinya ternyata punya HIV. Setelah diulik, ternyata tertular dari suaminya. Suaminya LSL (lelaki seks lelaki, Red)," bebernya. (lan/eno) Editor : Editor Content