Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ciptakan Peksi, Sisihkan 4.000 Pesaing

Editor Content • Rabu, 30 November 2022 | 16:32 WIB
Akhmad Ritaudin saat menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2022 di Jakarta.(DOK PRIBADI)
Akhmad Ritaudin saat menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2022 di Jakarta.(DOK PRIBADI)
RADAR JOGJA - Guru SDN Percobaan 3 Pakem Sleman, Akhmad Ritaudin menjadi runner up terbaik dalam ajang apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan inspiratif tahun 2022. Dalam ajang yang diadakan oleh Kemendikbudristek itu, dia berhasil menyisihkan sekitar 4.000 orang yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya pada tahun 2021, Uud, panggilannya, berhasil meraih juara satu lomba serupa.Yakni pembelajaran berbasis project tingkat nasional Kemdikbudristek 2021.

"Ada 4.000 pendaftar. Lalu 1.200 lolos administrasi dan mengerucut 20 SD dan SMP diundang ke Jakarta untuk presentasi 10 menit lalu tanya jawab," ujarnya usai menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2022 di Jakarta.

Inovasi yang berhasil dimenangkan bernama Si Peksi (Sistem Pembelajaran Kreatif Berdiferensiasi). Melalui Si Peksi, ada tiga jenis pembelajaran berdiferensiasi. Meliputi diferensiasi konten, proses dan produk. Awalnya dilakukan penelusuran terhadap kesiapan, minat, dan profil belajar setiap siswa. Caranya melalui asesmen awal pembelajaran, baik secara non-kognitif maupun kognitif.

Dikatakan, anak-anak menginginkan produk yang bermacam-macam. Ada yang suka menyelesaikan dengan produk video, ada yang bercerita via voice note. Ada juga yang suka menulis manual biasa di buku, ada anak yang menyelesaikan dengan membuat komik tapi isinya penyelesaian masalah, ada yang menulis tapi melalui canva. “Otomatis anak sudah memiliki kemahiran masing-masing," paparnya.

Lebih lanjut, Uud mengatakan ajang tersebut terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. Setiap guru memiliki hak yang sama untuk mengikutinya. Memang tidak mudah, inovasi yang dibuat harus sesuai tema yang diberikan. Setelah itu diuji dan dikompetisikan.

Menurutnya, pembelajaran bagi siswa zaman sekarang harus disesuaikan dengan zamannya. Salah satunya dengan mengkombinasikan dengan kemajuan teknologi informasi. Setiap guru harus bisa menangkap ide itu untuk melakukan proses belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa.

"Bisa dikatakan sulit, harus ada ide dan harus dilaksanakan. Karena untuk mecapai ini tidak serta langsung. Harus buat dulu sesuai tema pembelajaran berdiferensiasi. Memang hal baru," jelasnya.

Meski begitu, Uud berharap setiap guru dapat terus berinovasi dan mencoba ide baru. Sekecil apapun ide harus direalisasikan dan bisa dikolaborasikan bersama-sama. Uud bahkan terbuka bagi teman seprofesi yang ingin berdiskusi dengannya.

"Kita itu yang penting mau belajar, jangan malu untuk berkolaborasi saling tanya dan paling penting segera realisasikan ide. Dari hal kecil dulu kita realisasikan. Ada temuan lagi, kalau hanya punya ide gak direalisasikan ya tidak terwujud," paparnya.

Di sisi lain, Uud berharap setiap sekolah dapat mendukung aktivitas gurunya. Hal itu penting dilakukan agar setiap guru dapat berkreasi dan berinovasi dengan senang hati. Sebab mendapatkan dukungan dari sekolahnya. Dengan begitu, mereka tidak terkungkung dalam metode belajar versi lama.

"Sekolah-sekolah berikan kepercayaan kepada guru untuk membuat inovasi dan program sesuai kemampuan guru," imbuhnya.

Selanjutnya, hasil inovasi terbaik yang telah diumumkan akan dibukukan oleh Kemendikbudristek. Harapannya dapat memantik ide para guru lainnya. Selain itu dapat diadopsi dan disempurnakan sehingga metode pembelajaran bisa beragam dan menyenangkan. (lan/bah)

  Editor : Editor Content
#Sleman #Pakem Sleman