Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Yazid mengungkapkan, DED sudah berjalan tahun ini. Prosesnya masih dalam forum grup diskusi, bersama bupati dan bagian pembangunan. Bila memungkinkan, anggaran diambilkan APBD perubahan. "Tetapi kalau tidak ya di tahun 2024 mendatang. Karena kalau di belanja murni 2023, tidak memungkinkan," bebernya.
Kendati begitu, Ishadi belum dapat membeberkan besar nominal yang diajukan. Karena masih menunggu persetujuan bupati.
Selain perbaikan jalan, akan ada penataan landscpae di kawasan Kaliurang. Sebab di sana ada sentra jadah tempe, bantuan dari kementrian perindustrian dan perdagangan. Sentra tersebut tengah dibangun dan targetnya bulan depan selesai. "Sehingga lebih tertata, nyaman, dan indah," katanya.
Sedangkan untuk kawasan Tebing Breksi, lanjut Ishadi, masih dilakukan inventasisasi. Sebab kondisi jalannya banyak yang berlubang. "Apakah nanti hanya penambalan atau perbaikan ulang, secara teknisnya di dinas PUPKM," ungkapnya.
Adanya perbaikan jalan ini, diharapkan bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung wisata. Sehingga tidak ada lagi pengunjung yang mengeluhkan akses jalan.
Nadia Afifah, wisatawan dari Surakarta menilai, DIJ memiliki potensi wisata yang bagus. Hanya saja di beberapa akses menuju obwis yang membutuhkan perhatian. Misalnya jalanan berlubang, jalanan sempit dan termasuk penunjuk medan jalan yang minim. "Seperti rambu jalan menanjak dan lain-lain ini juga mestinya dipasang. Terutama di objek wisata yang berada di ketinggian dan di jalan kampung," ucapnya.
Berkali-kali berwisata ke Tebing Breksi, Nadia menyebut, jalan ke Tebing Breksi perlu diperlebar. Karena jika musim liburan, jalanan sesak dengan kendaraan. "Pulangnya harus memutar. Karena sering diberlakukan satu arah saat kunjungan membeludak," tandasnya. (mel/eno) Editor : Editor Content