"Ke depan akan kami kuatan isomannya. Jadi nanti kami harapkan kasus-kasus yang terjadi 2023-2024 tidak terjadi lonjakan besar dan penanganan bisa di isoman," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama kemarin (28/11).
Dimana, untuk penderita Covid-18 yang berat langsung ke RS. Pihaknya pun sudah menyiapkan ketersediaan tempat tidur yang critical maupun non. “Sekarang masih terkondisi," lanjutnya.
Cahya menyebut saat ini masih ada isoter Gemawang yang dihuni dua pasien Covid-19. Per Desember 2022, isoter bakal ditutup. Meskipun mengedepankan isoman, Dinkes Sleman fleksibel sewaktu-waktu bisa membuka isoter apabila ada lonjakan kasus. "Dua (kasus positif) ini baru saja, sebelumnya kan nol," imbuhnya.
Lebih lanjut, Cahya mengatakan isoman didukung dengan penguatan capaian booster vaksin Covid-19. Bahkan vaksin booster bagi lansia sudah dimulai pekan lalu. Menurutnya dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat untuk mencapai target dari Pemprov DIJ.
"Angka booster kami belum 50 persen, masih 47 persen ini masih perlu peran serta masyarakat. Untuk mencegah tadi supaya varian XBB tidak berkembang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati mengatakan capaian vaksin booster "Vaksin booster per 27 November sebanyak 47,87 persen," ujarnya. (lan/bah) Editor : Editor Content