Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 2002 melakukan tabur benih 4.000 ikan nila di embung. Dalam rangka mendukung embung sebagai salah satu sumber penghasilan warga sekitar. Kegiatan sekaligus peringatan dua dasawarsa alumni AAU 2002.
Ketua Alumni AAU 2002, Letkol Penerbang Dwi Agus Ariyanto mengatakan lokasi embung berada di sekitar AAU, tempat para alumni pernah tinggal. Sehingga perlu adanya support kepada warga sekitar akademi.
"Kami memberikan bantuan mulai dari tempat ibadah untuk perawatan maupun perbaikan kemudian alat-alat yang dibutuhkan oleh warga terutama alat-alat olahraga dan juga bantuan sembako untuk warga yang membutuhkan," jelasnya Sabtu (26/11) di Embung Sendangtirto.
Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sendangtirto, Sapto Winardi mengatakan sebelum dibangun embung, setidaknya ada 20 mata air dengan aliran yang cukup deras. Debit air 14 liter perdetik dan seringkali meluber pada musim hujan.
"Makanya dibangunnya embung ini sangat bermanfaat, cegah banjir," jelasnya.
Embung memiliki kedalaman 3 hingga 4 meter. Selain mencegah banjir, pada saat musim kemarau mampu menyuplai air untuk pengairan pertanian. Saat ini, banyak warga yang memanfaatkan aliran air embung dengan membuat Mina Kalen.
Selain itu, di sekitar embung mulai banyak warung-warung makan milik warga sekitar. Sebab banyak ada datang berkunjung dan menjadi destinasi wisata baru.
"Pengelolaan belum diserahkan pemerintah Kalurahan,"imbuhnya. (lan/kus)
Editor : Editor Content