Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana mengatakan pemasangan lampu APILL di simpang OB Nologaten diusulkan 2023."Kami juga berupaya mengajukan anggaran untuk pemasangan traffic light. Usul 2023, RAPBD baru tahap evaluasi mudah-mudahanan nyantol. Kalau marka nanti ada sendiri, itu bisa dilakukan bahkan sebelum APILL ada," jelasnya kemarin (23/11).
Manajemen rekayasa lalin yang saat ini dipakai dimulai pukul 15.00-18.00. Kendaraan dari barat menuju timur pas di Perempatan OB bisa ke kiri dan lurus. Namun tidak boleh ke kanan arah Jalan Wahid Hasyim. Kemudian dari Jalan Tantular ke arah utara bisa belok ke kiri dan lurus. Namun tidak boleh ke arah kanan. Sedangkan Selokan Mataram dari barat ke timur satu arah.
Rekayasa lalin ini sudah berlaku mulai (7/11) dengan sebelumnya telah dilakukan uji rekayasa menggunakan tiga pilihan. Namun pantauan di lapangan, pada saat pelaksanaan rekayasa, terlihat kendaraan semrawut dan banyak yang melanggar rambu-rambu yang sudah terpasang.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sleman, Bambang Sumedi Laksono mengatakan pemasangan APILL baru diusulkan. "Diusulkan 2023 gitu, secara teknis kalau sudah tersedia anggaran baru kami bisa bilang bahwa ini sudah siap," jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan rekayasa lalin yang saat ini berlaku memang harus ada kesadaran dari seluruh pengguna jalan. Sehingga dapat berhasil dan kemacetan terurai. Namun dinamika yang terjadi di lapangan sangat kompleks."Nah dari sisi penegakan di undang-undang. Kewenangan di kepolisian meskipun ini menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya. (lan/din) Editor : Editor Content