Konsepnya adalah keterlibatan aktif pengelola wisata. Terutama atas produksi sampah di destinasi wisata. Sehingga menjadi tanggungjawab bersama antara pengunjung dan pengelola wisata.
Salah satu destinasi wisata yang telah mandiri mengelola sampahnya adalah Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
“Di Pentingsari sudah kami edukasi bagaimana mengelola sampah organik menjadi eco enzim. Itu nanti kan bisa dicontoh bagi destinasi wisata yang lain,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (31/10).
Tak hanya pengolahan sampah, pihaknya juga terus menginisiasi program kerja bakti di destinasi wisata. Hal ini untuk menciptakan suasana bersih dan nyaman bagi wisatawan.
Ishadi mengatakan ini merupakan wujud nyata pemerintah. Dalam upaya ikut serta menangani sampah, terutama di lokasi wisata.
“Kami juga sudah menginisiasi kerja bakti, terakhir bersih-bersih di kawasan Telogo Putri (Kaliurang). Harapannya dengan kita melakukan seperti itu, ini menyadarkan masyarakat,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News