Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan talud roboh terjadi 15.00 WIB. Penyebabnya adalah tak kuat menahan volume air. Sehingga roboh menimpa rumah yang berada di bawahnya.
"Taludnya panjang 11 meter dan tinggi 5 meter. Rumah yang terkena robohan rusak berat. Empat kamar tidur rusak tertimpa runtuhan talud," jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/10).
Dalam kejadian ini sempat ada dua korban jiwa. Masing-masing adalah Heni Novita Sari, 30 dan anaknya Zaky, 5. Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RSA UGM akibat peristiwa ini.
"Sempat tertimpa tapi selamat. Keduanya juga sudah diijinkan pulang dari rumah sakit," katanya.
Makwan menuturkan longsor terjadi di tiga titik. Dampaknya adalah 2 korban jiwa, 1 unit rumah rusak sedang dan 1 unit rumah rusak berat. Adapula talud ambrol di tiga titik dengan luasan total 151 meter kubik.
Selain di Kapanewon Sleman, longsor juga terjadi di Kapanewon Minggir. Tepatnya di Dusun Menyolan RT 05/RW 03, Sendangmulyo. Menyebabkan rumah bagian kamar ambrol terbawa longsor.
"Juga ada talud sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter longsor menutup akses jalan kampung di Dusun Sanan Sendangarum, Minggir, Sleman," ujarnya.
Hujan disertai angin kencang terpantau sejak 13.40 WIB. Pada sore hari terdata ada 10 titik lokasi angin kencang. Imbasnya 5 unit rumah rusak ringan, 1 unit rumah rusak sedang, 1 unit rumah rusak berat.
Dari kejadian ini juga menyebabkan 9 pohon tumbang. Adapula 1 kandang ternak rusak, kerusakan jaringan listrik, kerusakan kantor. Juga tercatat tiga kendaraan bermotor roda dua tertimpa atap bangunan.
"Tercatat di Kapanewon Sleman ada 1 titik,h di Kapanewon Minggir ada 7 titik di Kapanewon Mlati 3 titik. Mayoritas pohon tumbang menimpa rumah. Ada satu gudang roboh menimpa tiga motor di Sendangmulyo Minggir," katanya. (Dwi) Editor : Editor News