"Hari ini sebenarnya warga akan menggelar aksi, tetapi dukuh lebih dulu mengundurkan diri," ungkap Jagabaya Kalurahan Margokaton Didik Harjunadi di kantornya, kemarin (5/10).
Dukuh resmi mengundurkan diri pada Selasa (4/10) pukul 22.00, setelah dipanggil pihak kalurahan. Guna dilakukan klarifikasi dan mediasi antara dukuh dan pernyataan masyarakat. Dukuh mengakui perbuatannya atas tindakan asusila tersebut.
"Demi Margokaton, demi masyarakat Bantulan dengan jantan (dukuh, Red) mengundurkan diri," tuturnya menirukan penyataan dukuh pada saat mediasi itu.
Lebih lanjut disampaikan, saat ini proses pengunduran diri tengah diproses di kalurahan. Selanjutnya, berkas akan dikirimkan ke bupati melalui Kapanewon Seyegan. "Nantinya, dukuh Bantulan akan digantikan pelaksana tugas (Plt) untuk sementara waktu," katanya.
Disebutkan, AYP menjabat dukuh sejak Maret 2010. Saat itu dipilih langsung oleh warga.
Warga Bantulan Budianto mengatakan, tindakan asusila oleh dukuh sudah terendus lama oleh warga setempat. Dan oleh yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Seminggu lalu sudah dimediasi. Warga meginginkan dukuh mundur dari jabatannya. Namun, saat itu belum diindahkan. Hingga warga hendak membuat aksi. "Dia sudah berbesar hati, sudah mau mengundurkan diri," ujarnya.
"Kami menginginkan pemimpin yang ngayomi warganya, mampu mempertanggung jawabkan apa yang menjadi sumpahnya. Tindakan asusila ini menjadi keprihatinan kami (warga, Red)," imbuhnya.
Selanjutnya, Radar Jogja mencoba menemui AYP untuk melakukan klarifikasi langsung dengan Dukuh Bantulan. Namun saat di lokasi yang bersangkutan tidak berada di rumah. "Iya, mengundurkan diri sesuai permintaan warga. Bapak sudah legowo," ucap isteri AYP singkat di rumahnya. (mel/bah) Editor : Editor Content