Sekretaris Panitia Ecoshibition 2022 Agus Herwindo Muatip mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi para perajin dan pelaku UMKM pascapandemi Covid-19. Khususnya bagi para pelaku usaha yang bergerak di sektor kain tradisional ecoprint dan shibori di wilayah Jogjakarta. "Karena ada pandemi semuanya terdampak, termasuk pemasaran kain tradisional," ujar Agus saat ditemui kemarin (4/10).
Diungkapkan Agus, dalam pameran itu ditampilkan berbagai karya fesyen siap pakai. Serta home decor berbahan dasar kain shibori dan ecoprint. Namun selain itu juga akan digelar fashion show, sarasehan UMKM, workshop, hingga seminar yang berkaitan dua jenis kain tradisional tersebut.
Lebih lanjut, pria yang menjadi pengurus Pettri itu menyebut, Ecoshibition 2022 juga merupakan gelaran perdana. Setelah sebelumnya vakum akibat situasi pandemi Covid-19. Dia pun berharap melalui kegiatan itu juga dapat menumbuhkan ide dan kreatifitas para pelaku usaha kain. "Apalagi ecoprint dan shibori motifnya kini sedang digandrungi karena ramah lingkungan," sambung Agus.
Sementara itu, pengunjung bernama Kharisma mengaku takjub dengan hasil karya dari kain ecoprint dan shibori yang ditampilkan di Echoshibition 2022. Menurutnya, kedua jenis kain yang dibuat dengan teknik tradisional itu memiliki motif yang unik dibandingkan kain pada umumnya. "Menurut saya ini pameran yang sangat bagus karena cukup menambah pengetahuan pengunjung tentang kain shibori dan ecoprint," katanya. (inu/eno) Editor : Editor Content