Lurah Sidokarto Godean Sleman Istiyarto Agus Sutaryo mengatakan, kirab Bedhol Projo Sidokarto merupakan peringatan perpindahan pemerintahan lama ke tempat baru. "Perpindahan dari kalurahan lama ataupun kantor pemerintahan lama yang ada di Wirokraman pindah ke kalurahan sekarang," ujarnya disela-sela acara kemarin.
Ia mengatakan, kalurahan Sidokarto dulunya terdiri dari tiga kalurahan. Yakni kalurahan Klajuran, Wirokraman dan Rewulu. Awalnya kantor Sidokarto berada di Wirokraman kemudian dipindah di lokasi sekarang.
Dengan maklumat nomor 5 tahun 48 penggabungan yang ada menjadi sidokarto. Kantor kalurahan di Wirokraman ada di lurah pertama, Suwito Harjono pada Tanggal 15 September 1967 pindah. “Makanya menjadi bedhol projo," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, upacara peringatan setiap tiga tahun sekali. Anggarannya berasal dari swadaya masyarakat dengan konsep kirab sesuai ide masing-masing padukuhan.
Sebelumnya ada serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperingati perpindahan kalurahan. Diantaranya ialah lomba menggambar, paduan suara, musik, tari dan pengajian. Kirab budaya merupakan puncak acara.
"Betul-betul ingin budaya jangan sampai hilang, kirab budaya kami adakan supaya masyarakat mengetahui sejarah Sidokarto," jelasnya.
Di sisi lain, kegiatan juga sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian di wilayah Sidokarto. Selama 5 hari ada bazar UMKM di kawasan Danawarih, Rewulu Wetan Sidokarto. "UMKM 5 hari di taman wisata Danawarih betul-betul luar biasa, semalam pengunjung bisa 1.000 orang," imbuhnya.
Sementara itu, ribuan warga membanjiri jalan Godean. Mereka antusias melihat kirab budaya yang sudah lama dinanti. Salah satunya ialah Kamto warga Godean yang datang bersama cucunya. "Momong cucu liat kirab budaya. Biar senang ini panjang banget. Cucu senang liat topeng-topeng," ujarnya. (lan/bah).
Editor : Editor Content