Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kirab Bedhol Projo Libatkan Ribuan Warga

Editor Content • Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB
(Elang Kharisma Dewangga/RADAR JOGJA)
(Elang Kharisma Dewangga/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sekitar 5.000 warga Kalurahan Sidokarto, Godean Sleman mengikuti kirab Bedhol Projo kemarin (25/9). Mereka terdiri dari 16 kelompok yang berdandan tematik dengan tetap menjunjung nilai budaya Jawa.

Lurah Sidokarto Godean Sleman Istiyarto Agus Sutaryo mengatakan, kirab Bedhol Projo Sidokarto merupakan peringatan perpindahan pemerintahan lama ke tempat baru. "Perpindahan dari kalurahan lama ataupun kantor pemerintahan lama yang ada di Wirokraman pindah ke kalurahan sekarang," ujarnya disela-sela acara kemarin.

Ia mengatakan, kalurahan Sidokarto dulunya terdiri dari tiga kalurahan. Yakni kalurahan Klajuran, Wirokraman dan Rewulu. Awalnya kantor Sidokarto berada di Wirokraman kemudian dipindah di lokasi sekarang.

Dengan maklumat nomor 5 tahun 48 penggabungan yang ada menjadi sidokarto. Kantor kalurahan di Wirokraman ada di lurah pertama, Suwito Harjono pada Tanggal 15 September 1967 pindah. “Makanya menjadi bedhol projo," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, upacara peringatan setiap tiga tahun sekali. Anggarannya berasal dari swadaya masyarakat dengan konsep kirab sesuai ide masing-masing padukuhan.

Sebelumnya ada serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperingati perpindahan kalurahan. Diantaranya ialah lomba menggambar, paduan suara, musik, tari dan pengajian. Kirab budaya merupakan puncak acara.
"Betul-betul ingin budaya jangan sampai hilang, kirab budaya kami adakan supaya masyarakat mengetahui sejarah Sidokarto," jelasnya.

Di sisi lain, kegiatan juga sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian di wilayah Sidokarto. Selama 5 hari ada bazar UMKM di kawasan Danawarih, Rewulu Wetan Sidokarto. "UMKM 5 hari di taman wisata Danawarih betul-betul luar biasa, semalam pengunjung bisa 1.000 orang," imbuhnya.

Sementara itu, ribuan warga membanjiri jalan Godean. Mereka antusias melihat kirab budaya yang sudah lama dinanti. Salah satunya ialah Kamto warga Godean yang datang bersama cucunya. "Momong cucu liat kirab budaya. Biar senang ini panjang banget. Cucu senang liat topeng-topeng," ujarnya. (lan/bah).

  Editor : Editor Content
#Sleman #UMKM