Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minimalisasi Penggunaan Gadget lewat Permainan Tradisional

Editor Content • Selasa, 6 September 2022 | 17:09 WIB
AGAR LESTARI: Mahasiswa KKN UNY mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak di wilayah Giwangan kemarin (5/9). KKN UNY Annur Galeh Pamungkas mewakkli timnya mengedukasikan permainan egrang batok, bakiak, dan lompat tali.(DOKUMENTASI HUMAS UNY)
AGAR LESTARI: Mahasiswa KKN UNY mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak di wilayah Giwangan kemarin (5/9). KKN UNY Annur Galeh Pamungkas mewakkli timnya mengedukasikan permainan egrang batok, bakiak, dan lompat tali.(DOKUMENTASI HUMAS UNY)
RADAR JOGJA – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) UNY mengajarkan permainan tradisional kepda anak-anak di wilayah Giwangan kemarin (5/9). Hal ini sebagai wujud mengenalkan permainan tradisional, agar bisa menggurangi penggunaan gadget.

Mahasiswa KKN UNY Annur Galeh Pamungkas menuturkan, bermain menggunakan permainan tradisional dapat mengasah otak. Selain itu, anak-anak bisa bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Hal ini sangat membantu melatih mental, kreativitas, dan komunikasi.

Adapun permainan tradisional yang dikenalkan yaitu, egrang batok, bakiak, dan lompat tali. Karena saat ini, ketiga permainan itu dinilai kurang populer. "Masa sekarang ini, game-nya pakai gadget," ungkapnya mewakili tim kemarin (5/9).

Namun anak-anak saat ini mudah kecanduan gadget. Hingga melupakan tanggung jawab lain dan mengurangi konsentrasi belajar. Bahkan tak jarang, gadget menjadikan anak antisosial. Padahal, masa tumbuh kembang anak, membutuhkan sosialisasi dengan sesamanya.

Galeh pun berharap, anak-anak ke depan akan melestarikan permainan tradisional yang ada. Sebab permainan tradisional bagian dari budaya.
Seorang anak bernama Elgan pun mengaku senang bisa mengenal permainan tradisional itu. Sehingga dia tidak lagi bermain sendiri di rumah. “Biasanya hanya bermain game di rumah sampai bosan. Sekarang banyak temannya," ucapnya.

Dosen pembimbing lapangan Sigit Nugroho menyebut, pengenalan permainan tradisional seperti itu akan memudahkan anak-anak menerima pendidikan karakter dan nilai-nilai luhur. “Selain itu, anak-anak mendapat kebebasan dalam berkreasi dan berekspresi” ujarnya. (mel/eno) Editor : Editor Content
#KKN UNY