Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati mengatakan program vaksinasi booster di tingkat kalurahan telah melewati serangkaian pembahasan. Hasilnya, masing-masing kalurahan ditargetkan sebanyak 1.000 peserta.
"Untuk capaian vaksinasi booster di Kabupaten Sleman per hari ini mencapai 41,94 persen. Target yang ditentukan 1.000 peserta, tapi fakta di masing-masing kalurahan bisa berubah," jelasnya melalui pesan singkat, Selasa (23/8).
Salah satu kalurahan yang mendapat giliran penyelenggaraan vaksinasi booster pada hari ini (23/8) adalah Pandowoharjo. Kamituwo Kalurahan Pandowoharjo Dimas Indra Praswoko mengatakan sebelumnya pendataan telah dilakukan hingga ke tingkat padukuhan, RT, dan RW.
Dia mengakui upaya pendataan tersebut belum maksimal. Penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat ikut vaksinasi booster. Tercatat hanya 324 peserta dari target 1.000 orang yang hadir. Tepatnya dari 09.30 WIB hingga 12.00 WIB.
"Kalau kondisi sekarang mungkin agak sulit (mencapai target) karena memang banyak tempat pelaksanaan vaksin. Juga memang kondisi Covid-19 mereda ini kan juga sedikit berpengaruh. Antusias warga untuk pelaksanaan vaksin juga agak menurun," katanya.
Dimas mengapresiasi upaya Pemkab Sleman dalam menjangkau vaksinasi booster. Terlebih gerakan berlangsung hingga tingkat kalurahan. Dia berharap agar gerakan ini mampu menjangkau ke tingkat RT/RW.
"Kalau kita jemput bola ke bawah mungkin bisa lebih maksimal lagi. Dari Pemkab Sleman nakesnya bisa turun ke padukuhan. Di tempat pak dukuh atau pak RT, nanti pelaksanaannya di sana bisa maksimal," harapnya.
Salah satu peserta vaksin Safri Jati Khoirudin mengaku sadar betul akan pentingnya vaksinasi booster. Baginya booster merupakan langkah untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19. Disatu sisi juga persyaratan sejumlah aktivitas.
"Untuk sekarang penting karena itu salah satu syarat untuk pekerjaan, harus booster. Itu yang saya alami," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News