Kepala BBKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, anggaran yang digelontorkan cukup besar karena penduduk di Sleman yang banyak dan cakupannya luas. Sehingga dana sebesar R 8,8 miliar diberikan untuk pelayanan. Sedangkan Rp 1,9 miliar digunakan untuk membeli kendaraan roda dua. Yang akan digunakan untuk penyuluh KB. "(Di Sleman, Red) beban dan jangkauan luas," tegasnya saat launching program dapur sehat atasi stunting (Dashat) di Pendopo Bupati Sleman kemarin (9/8).
Mantan bupati Kulon Progo ini menyebut, sejauh ini anggaran sudah dibelanjakan dengan baik. Di beberapa wilayah bahkan ada yang belum dibelanjakan. "Bagus di Sleman sudah dibelanjakan. Uang BKKBN saya cek di Sumatera dan Kalimantan banyak yang macet belum dibelikan apa-apa, alasannya macam-macam. Di Sleman sudah direalisasi mudah-mudahan 100 persen," harapnya.
Anggaran tersebut, kata Hasto, selain untuk kegiatan pelayanan, dapat dialokasikan pada kegiatan program stunting yang tidak ter-cover BPJS Kesehatan. Saat ini, realisasinya sudah 30 persen dan diharapkan segera habis.
Belanja yang diapresiasi Hasto adalah pembelian sepeda motor bagi penyuluh KB. "Sleman satu-satunya kabupaten yang setiap kalurahan ada penyuluhnya," ucap Hasto.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, 17 sepeda motor telah diserahakan di 17 kapanewon di Sleman. Digunakan sebagai transportasi operasional bagi penyuluh keluarga berencana untuk antar jemput akseptor KB. “Dengan adanya fasilitas ini saya berharap bisa dilakukan jemput bola di masyarakat dan meningkatkan angka KB di Sleman," tuturnya. (lan/eno) Editor : Editor Content