Deklarasi damai ini diketahui sebagai tindak lanjut atas aksi kericuhan antar ketiga suku tersebut. Tepatnya yang terjadi di wilayah Babarsari dan Seturan, Depok, Sleman beberapa waktu lalu.
Perwakilan Forum Pemuda NTT Tala Fargas Guteres mengatakan selain deklarasi damai, kegiatan ini juga menjadi momentum memperbaiki dan menjadikan Kabupaten Sleman kondusif kembali. Ini juga menjadi motivasi untuk mempererat kembali tali persaudaraan antar warga Indonesia Timur.
"Kembali harus saya tekankan, kami atas nama keluarga besar Indonesia Timur memohon maaf yang sebesar-besarnya buat seluruh masyarakat Jogjakarta yang terganggu atas kejadian kemarin. Mudah-mudahan ini kami akan perbaiki," jelasnya saat ditemui di Gedung Serba Guna Sleman, Sabtu (23/7).
Tala menambahkan terjadinya kegaduhan beberapa waktu lalu menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran yang besar. Kedepan pihaknya akan rutin dan intensif mengunjungi suku Indonesia Timur yang berada di Jogjakarta. Tujuannya, untuk memberikan arahan agar kejadian yang lalu tak terjadi lagi di kemudian hari.
Sementara itu, usai deklarasi damai selesai, Tala mengatakan pihaknya akan mengunjungi korban yang saat ini masih ada di rumah sakit.
"Rencana kami setelah kegiatan ini akan mengunjungi pihak korban yang masih ada di rumah sakit," katanya.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan deklarasi damai ini diharapkan tak sebatas seremonial. Dia meminta jangan sampai terjadi lagi kegaduhan-kegaduhan lainnya. Tak hanya di Kabupaten Sleman, tapi Jogjakarta pada umumnya.
Dia juga meminta komitmen dari semua pihak. Agar menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjadi tanggungjawab bersama.
"Harapannya deklarasi perjanjian tadi bisa disepakati dan dijalankan bersama-sama. Ini kami harap menjadi permasalahan terakhir dan ke depan tidak terjadi lagi. Semua kami pastikan untuk komitmen bersama-sama," harapnya. (isa/dwi) Editor : Editor News