Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak Jadi Korban Kericuhan Ruko Babarsari, Heru Nugroho Lapor Polisi

Editor News • Selasa, 5 Juli 2022 | 23:57 WIB
SALAH SASARAN : Kantor Dhen and Partners Law Office and Advocates menjadi objek salah sasaran atas kericuhan di Ruko Babarsari. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
SALAH SASARAN : Kantor Dhen and Partners Law Office and Advocates menjadi objek salah sasaran atas kericuhan di Ruko Babarsari. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kericuhan di Ruko Babarsari, Senin siang (4/7), tak hanya menimbulkan korban jiwa untuk kedua kelompok tapi warga yang kebetulan berada di lokasi konflik. Ini yang menimpa remaja berinisial KP. Remaja berusia 18 tahun ini menjadi korban pelemparan batu. Hingga menimbulkan luka di sejumlah tubuhnya.

Ayah korban, Heru Nugroho, 45, menjelaskan detil kejadian. Berawal saat KP tengah berada di Kantor miliknya Dhen and Partners Law Office and Advocates. Lokasi kantor ini kebetulan bersebalahan dengan ruko yang diserang kelompok masyarakat.

"Nunggu servis motor, lalu ke kantor. Baru sampai kantor, baru berapa lama, belum setengah jam terus dia WA (WhatsApp) ini ada rusuh-rusuh di sekitar kantor. Selama ini, memang, seringkali mereka rusuh tapi kelompok mereka sendiri," jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (5/7).

Kala itu Heru meminta anaknya tak menanggapi dan berdiam diri di dalam kantor. Tak berselang lama KP kembali menghubunginya. Kali ini menyebutkan sejumlah pemuda berlalu-lalang sambil membawa senjata tajam.

KP juga menyebutkan kelompok massa melakukan pembakaran. Heru bertanya posisi anaknya saya itu. Dijawab sudah keluar dari kantor namun mengalami luka di tangan.

"Saya bingung, apa disuruh keluar atau di dalam saja. Baru berpikir itu, saya telepon lagi, saya bilang ada di mana. Dia sudah duluan kena. Mau lari keluar, dia kena batu, pecahan kaca itu," katanya.

Rombongan massa, lanjutnya, juga merangsek ke dalam kantornya. Gerombolan ini melakukan perusakan ke sejumlah properti kantor. KP juga mendapatkan ancaman pedang dari salah seorang pemuda.

"Mereka merusak sambil mengancam pedang dilehernya anak saya. Padahal dia posisi terluka tangan, kena pecahan kaca, beberapa titik didada sama ini perutnya juga sudah kena batu besar-besar itu kan. Itu masih diancam dibunuh itu. Seperti itu kejadiannya," ujarnya.

Heru menuturkan anaknya diselamatkan salah seorang dari anggota kelompok. Meminta agar tak melakukan penganiayaan terhadap KP. Selain itu juga meminta KP keluar dari kantor pengacara tersebut.

Heru menyayangkan tak adanya tindakan dari aparat penegak hukum. Tidak ada upaya untuk melindungi atau membawa warga ke tempat yang lebih aman. Sehingga tak menjadi korban salah sasaran.

"Tidak ada satu orang pun aparat yang mendekat. Padahal ada TNI dan Polri. Pakaian dinas maupun preman," katanya.

Atas kejadian ini Heru melapor ke Polda DIJ. Tepatnya dua kasus, yaitu perusakan dan penganiayaan. Pelaporan berlangsung Senin malam (4/7) tepatnya 22.00 WIB.

"Ini baru melengkapi bukti-bukti lagi dan datangkan saksi. Semoga Polda seperti himbauan dari Sri Sultan sudah menyampaikan buat tegas," ujarnya.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto membenarkan adanya laporan polisi. Atas kejadian penganiayaan dan perusakan di Kantor pengacara DHEN di Ruko Babarsari. Pelapornya beralamatkan Kapanewon Minggir, Sleman.

Korban dari laporan polisi tersebut adalah KP. Merupakan korban dari hantaman batu besar. Sementara untuk perusakan adalah kantor miliknya.

"Disebutnya OTK (orang tak dikenal), memang di dalam LP ini pelakunya atau terlapornya masih dalam lidik. Sehingga bisa saya katakan terlapor itu tidak dikenal oleh pelapor maupun oleh anaknya," katanya.

Kejadian penganiayaan dan perusakan berlangsung Senin siang (4/7), sekitar 11.30 WIB. Untuk korban penganiayaan berusia 18 tahun. Sementara objek perusakan adalah properti milik Dhen kantor pengacara.

"Ini saya belum tahu ini tempat persisnya kantor ini saya belum tahu persis. Apakah ini masuk dalam area tempat yang dilewati kelompok massa itu atau bukan saya belum tahu," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#ruko Babarsari #Ricuh Babarsari #Seturan Babarsari