Kemampuan mengakses ilmu pengetahuan terbaru. Kemampuan memahami yang tersirat dari yang tersurat. Melahirkan inovasi dan kreativitas, serta kemampuan memproduksi barang dan jasa. "Jadi literasi itu sampai tingkatan memproduksi barang dan jasa," ujarnya saat pengukuhan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sleman kemarin (4/7).
Menurutnya, Indonesia bakal tertinggal dari negara-negara lain. Ihwal hak paten apabila tidak mengajukan produk barang maupun jasa yang dimiliki. Oleh sebab itu, perlu diberikan literasi yang mumpuni. "Jika kita tidak percaya bahwa segala hal yang tercipta di muka bumi ini ada ilmunya, maka Indonesia akan semakin tertinggal oleh negara-negara lain yang setiap hari mengajukan hak paten untuk produk-produk yang terbaru," bebernya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pengukuhan Bunda Literasi kepadanya merupakan amanah. Untuk bisa terus meningkatkan literasi masyarakat. Karena literasi adalah fakto esensial dalam upaya membangun masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter. "Selaras dengan pesan transformasi berbasis digital yang digaungkan oleh Perpustakaan Nasional melalui literasi digital, Pemkab Sleman saat ini juga sedang berprogres dalam transformasi digital untuk meningkatkan literasi masyarakat," sebutnya. (lan/eno) Editor : Editor Content