Total, Kabupaten Sleman mendapatkan alokasi vaksin PMK sebanyak 3.100 dosis. Sebelumnya, sebanyak 100 dosis vaksin PMK telah disuntikkan pada Sabtu lalu (25/6). Targetnya bisa selesai sebelum 5 Juli 2022.
“Kami menjadwalkan Selasa hingga Kamis masing-masing bisa seribu dosis. Kami fokus ke Cangkringan, Pakem, dan melebar ke Turi,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (27/6).
Suparmono menjelaskan pihaknya mengerahkan seluruh petugas puskeswan di Kabupaten Sleman. Fokus penugasan untuk turut menyelesaikan program vaksinasi PMK.
Dibutuhkan setidaknya 16 tim yang terdiri dari 3 orang untuk setiap tim. Tim ini terdiri dari satu orang dokter hewan, paramedis, dan petugas pencatat. Targetnya agar bisa menyelesaikan seribu dosis.
Pihaknya juga menutup operasional puskeswan sementara waktu. Tujuannya agar seluruhnya fokus menyelesaikan pemberian vaksinasi PMK pada ternak. Tak hanya itu, Suparmono juga berupaya untuk menggandeng pihak-pihak lainnya.
“Dinas kami tidak cukup. Kami minta dibantu Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Nanti dalam perkembangannya juga sudah koordinasi dengan Polbangtan. Tiga hari besok puskeswan tutup semua karena kami kerahkan untuk menyelesaikan yang 3 ribu,” katanya.
Dia mengaku, penyelesaian vaksinasi PMK ini tak lepas dari berbagai kendala. Seperti harus memastikan ternak dalam kondisi yang benar-benar sehat tanpa gejala. Jika ditemui satu saja ternak yang mengalami gejala, maka vaksinasi gagal dilakukan.
Aturan ini juga berlaku untuk kandang komunal. Apabila hanya satu terjadi positif PMK atau bergejala, maka pindah ke lokasi lainnya. Alhasil satu kandang tidak disuntik vaksin PMK.
"Satu komplek kami tinggal, kami cari yang lain. Kami memastikan yang disuntik itu benar-benar sapi sehat. Itu yang menjadi tidak mudah, dan tidak semua warga serta merta mau disuntik (ternaknya)," ujarnya.
Suparmono membeberkan adanya resistensi dari pemilik ternak. Berupa tidak menghendaki ternaknya disuntik vaksin PMK. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan wabah PMK di Kabupaten Sleman dengan vaksin.
"Alasannya kami tidak tahu, tapi kami tetap edukasi. Vaksin PMK ini penting untuk kesehatan ternak,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News