RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menciptakan inovasi Gasbro. Yakni gerakan keluarga anti asap rokok. Hal ini karena anak usia 10-18 tahun di Sleman, sebanyak 10,5 persen pernah mencoba rokok. Dan 4,8 persen di antaranya menjadi perokok aktif.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menjelaskan, inovasi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang sehat. Serta turut andil dalam upaya melindungi lingkungannya. "Tujuan kampanye dan gerakan untuk mendorong terciptanya keluarga sehat bebas asap rokok," tegasnya dalam acara peringatan hari tanpa tembakau sedunia Selasa (31/5).
Inovasi yang ada, akan melibatkan stakeholder lintas sektor. Yakni pemerintah kabupaten, perangkat desa, instansi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan.
Sementara itu, Sub Bagian Promosi Kesehatan Dinkes Sleman Cahya Prihantama mengatakan ,fenomena merokok pada anak dilandasi berbagai faktor. "(Di antaranya, Red) karena lingkungan di dalam keluarga dan pergaulan termasuk paparan iklan rokok," ujarnya.
Dia berharap dengan inovasi Gasbro, dapat menekan fenomena anak yang menjadi perokok aktif. Dalam hal ini, diperlukan peran keluarga sebagai pilar utama. Di sisi lain, keterlibatan forum anak juga dinilai penting untuk menekan jumlah anak perokok aktif. "Mereka menyuarakan pentingnya keluarga dan anak sehat. Untuk melindungi generasi selanjutnya agar tidak ada penyakit menular akibat merokok," jelasnya. (cr4/eno) Editor : Editor Content