Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman Suparmono menjelaskan, sampel ternak yang dikirim memiliki gejala hipersalivasi atau mengeluarkan air liur berlebihan, da demam. Dikatakan, tujuh sampel swab sapi diambil dari Pasar Hewan Ambarketawang. Tujuh sampel domba dari peternak di Gamping, dan satu lainnya dari Puskeswan Berbah.
Karena adanya gejala pada ternak, Pram mengaku pengetatatn lalu lintas ternak ditingkatkan. Pengawasan dan pemeriksaan fisik juga dilakukan. Para kelompok ternak dan pedagang, juga diimbau untuk sementara waktu tidak membeli ternak dari luar daerah. “Kita juga gencar untuk melakukan penyemprotan desinfektan di kandang-kandang komunal," ujarnya Jumat (20/5).
Pemkab Sleman sebelumnya juga telah membentuk tim monitoring. Tugasnya mengawasi setiap kali ada pasaran di pasar hewan. Selain itu, ketersediaan obat, disinfektan, alat pelindung diri, serta sarana lainnya di UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pusat Kesehatan Hewan juga telah disiapkan. Peternak dan penjual, diminta untuk melakukan biosecurity kandang, alat angkut, sarana dan parasaran yang masuk di lingkungan kandang dan peternakan. (cr4/eno) Editor : Editor Content